|
Sultan Minta Konversi Minyak Tanah Tidak Dipaksakan
Rabu, 29 Agustus 2007 | 18:28 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tidak menolak kebijakan konversi minyak tanah dengan gas bagi masyarakat. Hanya saja, Sultan meminta agar kebijakan tersebut tidak dipaksakan. Sultan juga berharap kebijakan konversi minyak tanah dengan gas tidak kemudian membuat pasokan minyak tanah di pasaran menjadi sulit diperoleh.
"Kebijakan konversi itu bagus dan mestinya dilaksanakan. Hanya saja pemerintah juga harus memikirkan nasib rakyat miskin. Jangan sampai konversi minyak tanah itu dipaksakan, tetapi harus dengan pertimbangan yang matang," kata Sultan saat ditemui usai memimpin rapat koordinasi dengan Kapolda DI Yogyakarta dan Kepala Kejaksaan Tinggi DI Yogyakarta di kantor Gubernuran, Rabu (29/8).
Menurut Sultan, selama ini masyarakat miskin, khususnya di Yogyakarta, masih bisa membeli minyak tanah hanya dengan uang Rp 1.000 walau hanya memperoleh setengah botol. Dengan minyak tanah setengah botol, masyarakat miskin masih bisa memasak nasi.
"Hal-hal semacam itu mestinya juga harus dipikirkan. Sebab dengan kompor gas, masyarakat minimal harus mempunyai uang Rp 12.800 untuk memperoleh 3 kilogram gas. Ini masalah riil yang ada di masyarakat," tegas Sultan.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DI Yogyakarta, Syahbenol Hasibuan, menyatakan program konversi minyak tanah dengan gas untuk Provinsi DI Yogyakarta kemungkinan baru akan dilaksanakan pada 2008. Alokasi dari pemerintah pusat, Provinsi DI Yogyakarta bakal memperoleh 80 ribu tabung gas.
"Kami mengajukan sebanyak 300 ribu tabung gas, tapi kami tidak tahu apakah usulan DIY akan disetujui karena sampai sekarang belum ada jawaban," kata Syahbenol.
Syaiful Amin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|