Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Cirebon Masih Tolak Pembangunan Jalan Tol
Rabu, 29 Agustus 2007 | 18:33 WIB

TEMPO Interaktif, Cirebon:Beberapa proyek di Cirebon terancam gagal. Seperti proyek pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan yang ditolak sebagian warga yang tanahnya akan dilewati jalan tersebut. Di antaranya adalah ribuan santri yang tengah menuntut ilmu di 28 pesantren di Desa Babakan Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. "Desa Babakan Ciwaringin ini merupakan daerah pesantren yang sudah ada sejak tahun 1715," Habib Abu Bakar, seorang ustadz di sana, memberikan alasan, Rabu (29/8).

Menurut rencananya, ada empat pesantren yang akan tergusur oleh jalan tol atau terbelah jalan tol.

Menurut Abu Bakar, rencana yang dilakukan Jasa Marga dan pengembang proyek ini hanya mengulang pembangunan jalan Anyer-Panarukan di masa penjajahan. Rencananya, jalan tersebut akan melewati dan membelah kompleks pesantren Babakan Ciwaringin. Namun karena melakukan perlawanan, akhirnya jalur itu pun dipindah. "Pemerintah Belanda saja mau memindahkan jalur, kenapa pemerintah kita sendiri tidak bisa memindahkan," katanya.

Abu Bakar pun mengungkapkan rencana perlawanannya. “Kalau perlu kami akan memblokir pantura hingga tuntutan kami nantinya dipenuhi," katanya.

Proyek lainnya yang terancam gagal yaitu pembangunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang rencananya akan dibangun di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Warga bahkan sudah memasang papan di tanah mereka dengan tulisan harga tanah yang mereka tawarkan. "Kami tidak ingin tanah kami dihargai hanya dengan dua bungkus rokok," kata Satori, seorang warga Desa Kanci Kulon.

Menurut dia, tanah mereka hanya ditawar Rp 15.000 per meter persegi. Sedangkan warga sendiri menuntut harga Rp 100.000-200.000 per meter persegi. "Di Patrol, Indramayu, juga akan dibangun PLTU. Harga tanah warga mencapai Rp 100.000 per meter persegi. Kami ingin disamakan dengan mereka,” ujarnya.

Ketua Panitia Pembebasan Tanah Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan mengungkapkan bahwa masalah pembebasan tanah di dua proyek tersebut bukan merupakan wewenangnya. "Kami hanya bertugas melakukan sosialisasi kepada warga. Sedangkan mengenai pembebasan tanah merupakan urusan pengembang," tegasnya.

Khusus untuk jalan tol, mereka pun tidak berwenang untuk mengubah jalur. "Yang berhak pemerintah pusat dan juga pengembang. Kami tidak," katanya. Aan mengakui jika saat ini sosialisasi untuk pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan yang seharusnya sudah dimulai menjadi terhambat karena adanya protes dari warga Desa Babakan Ciwaringin.

Sedangkan mengenai PLTU, Aan mengungkapkan bahwa pihaknya pun sudah selesai melakukan sosialisasi sejak awal tahun lalu.

Ivansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Kakapnya Tak ke Pengadilan  | 31 Mei 1999
Hambatan di Jalan Bebas Hambatan | 29 November 2004
Jalan Panjang Berujung Bengkalai | 29 November 2004
Memacu Ambisi Bebas Hambatan | 29 November 2004
Surat Pembaca | 22 September 2003
Aturan Baru Jalan Tol | 27 September 2004
Tarif Naik, Macet Tetap  | 16 Juni 2003
Tarif Tol Naik  | 05 Januari 2004
Ancaman Pengelola Jalan Tol  | 10 Maret 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aktivitas Warga Kolong Tol Normal
Warga Protes Pembangunan Saluran Air Tol Cikunir
Musyawarah Alot, Tol Cinere-Jagorawi Terhambat
Truk Tabrak Truk, Satu Meninggal
8.000 Meter Persegi Lahan Tol Jatiasih-Cikunir Masih Sengketa
Holding Trans Jakarta-Solo Akan Dibentuk
Presiden Izinkan Penjualan Cikampek-Palimanan
Sesi Satu Tol Cinere-Cimanggis Diukur Ulang
Nasib Setdco Diputuskan Besok
Pemerintah Tak Beri Ganti Rugi
> selengkapnya...

Referensi

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan
Pasak Bumi Menahan Amblas

Website

PT Jasa Marga

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106527 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data