Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pedagang Pasar Turi Dilarang Berjualan Kembali
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 14:22 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Pemerintah Kota Surabaya melarang seluruh pedagang Pasar Turi untuk kembali menempati gedung pasar yang kini telah terbakar. Larangan ini terkait rencana pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) yang akan dibangun di sepanjang Jalan Raya Pasar Turi.

“Saya minta tolonglah kepada pedagang untuk menahan diri, karena kami akan segera membangun TPS,” ujar Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono di Surabaya, Jumat (31/8).

Bambang menambahkan, jika pedagang tetap ngotot, maka hanya akan merugikan banyak pihak. Apalagi Pemkot sendiri juga akan segera melakukan pembangunan TPS di sepanjang Jalan Raya Pasar Turi mulai dari Jalan Dupak hingga belokan Jalan Inderapura.

“Pemkot sudah banyak mengakomodir kepentingan mereka, jadi untuk kali ini saya harap pedagang bisa bersabar sehingga TPS segera jadi dan pedagang bisa kembali berjualan dengan normal,” ungkapnya.

Sementara itu, pedagang hingga saat ini tetap menolak rencana pembuatan TPS. Sekretaris Tim Pemulihan Pasar Turi pascakebakaran, Arief Budiman, bahkan menjamin jika pedagang tidak akan bersedia untuk menempati TPS tersebut. “Kami sebenarnya mau saja, tapi TPS yang akan dibangun Pemkot tidak strategis dan cenderung merugikan pedagang,” ujarnya.

Arief mencontohkan soal layout TPS yang dibangun hingga Jalan Inderapura, padahal lokasi parkirnya berada di Jalan Raya Pasar Turi. “Ini kan jauh, mana ada pembeli yang mau jika parkirnya jauh,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pembangunan TPS dipastikan juga akan mengganggu para pedagang yang saat ini sudah mulai menempati kembali lokasi pasar. Untuk itu, pedagang sendiri tetap kukuh untuk diizinkan kembali berjualan di lokasi pasar, meski dengan kondisi yang memprihatinkan.

Rohman Taufiq

Dari Arsip Majalah TEMPO
Juru Runding Suu Kyi  | 22 September 2003
Asap Tebal, Hutan Kembali Dibakar  | 16 Juni 2003
Menaklukkan Kebakaran  | 16 Juni 2003
Agar Si Jago Merah Tak Berulah  | 24 Maret 2003
Ada 800 Rumah Hangus di Manggarai  | 10 Maret 2003
Pelajaran dari Tanah Abang  | 10 Maret 2003
Ada Tomy di 'Tenabang'? | 03 Maret 2003
Garam di Atas Luka Weltervreden  | 03 Maret 2003
Yang Tersedak Debu Tanah Abang  | 03 Maret 2003
Ada Tomy di 'Tenabang'? | 05 Maret 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pedagang Palasari Akan Terima Bantuan Modal Rp 5 Juta
Kompleks Perumnas Palangkaraya Terbakar
Dewan Kota Bandung Akan Gelar Rapat Gabungan
Pedagang Buku Palasari Diminta Tak Tempati Kios Yang Terbakar
Kebakaran Melanda Pemukiman di Kemayoran
Dua Ruas Tol Jembatan Tiga Masih Ditutup
Kantor Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Terbakar
Jalur Pendakian Gunung Lawu Rawan Kebakaran
Pangkalan Bus Mayasari Terbakar
7 Tititk Api Ditemukan Di Kabupaten Barito Selatan
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106660 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data