Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Biaya Pemasangan Listrik di Pacitan Sangat Mahal
Rabu, 19 September 2007 | 19:54 WIB

TEMPO Interaktif, Pacitan: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pacitan menduga adanya pungutan liar dalam pemasangan listrik baru yang dilakukan PLN. Dugaan ini berawal dari laporan warga Pacitan yang mengeluhkan mahalnya biaya pemasangan listrik baru untuk daya 450 volt.

Menurut laporan yang diterima wakil rakyat, untuk pemasangan listrik baru 450 volt, warga dikenai biaya Rp 1,7-2,3 juta. Padahal, berdasarkan Surat Edaran PLN Nomor 008.E./DIR/2005, biayanya hanya Rp 822 ribu. Biaya itu sudah termasuk penyambungan, uang jaminan langganan, dan pemasangan instalasi pelanggan.

"Penarikan biaya lebih besar ketimbang yang ditentukan adalah pungutan liar. Tidak mempunyai dasar hukum," kata Handoyo Aji, anggota Komisi Ekonomi DPRD, kemarin.

Menurut Handoyo, untuk pemasangan baru itu, PLN menyerahkan kepada rekanannya, Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia. Upaya yang dilakukan untuk meminta penjelasan dari PLN dan Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia ternyata tidak membuahkan hasil. "Karena itu, kami sudah melaporkan ke polisi. Tapi sampai sekarang belum ada pengusutan," kata dia.

Manajer PLN Pacitan Mohammad Chamin membantah tudingan adanya pungutan liar kepada pelanggan baru. Selama ini PLN hanya menetapkan tarif Rp 202 ribu untuk biaya penyambungan dan uang jaminan langganan daya 450 volt. "Di luar biaya tersebut bukan tanggung jawab PLN," katanya. Sebab, biaya instalasi milik langganan menjadi tanggung jawab rekanan PLN.

Menurut Chamin, ada sembilan rekanan yang bertugas memasang instalasi langganan. Setiap langganan bisa bernegosiasi sebelum melakukan pemasangan listrik baru. "Negosiasi harga tersebut tentang pemasangan kabel serta jenisnya," kata dia. l DINI MAWUNTYAS

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 11 April 2005
Ramai Kaget Tagihan Naik | 17 Januari 2005
Belum Rugi, Hanya Ragu | 20 Desember 2004
Waswas Tercekik di Tangan Swasta | 20 Desember 2004
Buang Jauh Mimpi itu | 20 Desember 2004
Buah Kekalahan Pertamina | 20 Desember 2004
Rp 157 Miliar Akibat Listrik Padam  | 24 Mei 1999
Asal Tak ke Jenewa  | 24 Mei 1999
Wajah PLN Setelah Dipermak Nanti  | 04 Mei 1999
Habis PLN Terbitlah Bursa Listrik  | 04 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Listrik Bengkulu Pulih 90 Persen
Tunggakan Listrik Pemerintah Kota Pekanbaru Membengkak
Warga Sekitar Waduk Jatiluhur Belum Nikmati Listrik
Layanan Payment Point Online Bank PLN Cianjur Ditunda
120 Ribu Pelanggan Listrik di Depok Nunggak Tagihan
Menteri Energi Resmikan Pembangkit Listrik Mikro Hidro
Antisipasi Defisit Listrik, PLN Solo Siapkan Tiga Skenario
Pemadaman Jawa Bali Berakhir
Jawa Timur Surplus Listrik 2.700 Megawatt
PLTGU Muara Tawar Beroperasi Besok
> selengkapnya...

Referensi

UU RI nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk107970 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jatah Berobat Pasien Miskin di RS Bojonegoro sampai 1 September
Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Gubernur Jawa Timur Kacau
Semester Pertama 2008, Ekonomi Bertumbuh 6,2 Persen
PT. INKA Kebanjiran Pesanan Membuat Kereta
Mobil Pengambil BLT di Subang Terguling

<< September,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data