|
Daging Glonggongan dan Bangkai Ayam Masih Beredar di Solo
Jum'at, 21 September 2007 | 21:03 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Daging sapi glonggongan (daging dari sapi yang disuntik sebelum disembelih) dan daging bangkai ayam diduga masih dijual di beberapa pasar di Kota Solo, Jawa Tengah. Dinas Pertanian Kota Solo yang merazia menemukan belasan kilogram daging sapi glonggongan yang beredar di pasar tradisional.
Menurut Kepala Sub Dinas Perlindungan Dinas Pertanian Kota Solo, Weni Ekayanti meski relatif kecil, namun warga harus tetap waspada. "Dari 800 kilogram daging sapi yang beredar setiap hari di Solo, yang pernah kami temukan hanya 15 kilogram," kata dia di Solo.
Weni mengatakan, daging sapi glonggongan ditemukan di Pasar Legi dan Pasar dan Pasar Nusukan. Begitu diketemukan, petugas langsung menyita dan memusnahkannya. Pedagang yang menjual daging sapi yang memiliki kandungan air sangat tinggi itu dikenai denda. "Dagingnya disita dan dibakar serta pedagangnya didenda Rp 50 ribu," ujar Weni.
Selain daging glonggongan, petugas Dinas Pertanian juga menemukan penjualan bangkai daging ayam yang dikenal dengan daging ayam tiren (mati kemaren). Weni tidak menyebutkan jumlah bangkai daging yang juga sudah disita tersebut.
Di Pasar Legi, petugasnya juga mengetahui adanya penjualan daging sapi yang dicampur dengan daging babi. "Karena itu, kami minta warga waspada karena masih ada kemungkinan-kemungkinan daging glonggongan beredar, pada bulan puasa ini, kami hanya melakukan pemantauan belum melakukan razia lagi," kata Weni. imron rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|