Berita terkait selengkapnya Kesaksian Lain untuk Jack(04 April 2005) Mencari Wamang di Sela Grasberg(07 Maret 2005) Ancaman dari Rambut dan Kuku(31 Januari 2005) Lalai Mencium Mesiu(31 Januari 2005) Perginya Anak Petani Kopi(17 Januari 2005) Tersodok Kesaksian Wewen(17 Januari 2005) Tekad Polisi Disangsikan(17 Januari 2005) Tidak Sekali Tersandung Pistol(10 Januari 2005) Sebuah Letusan di Lantai Dansa(10 Januari 2005) Latihan yang Merenggut Nyawa (17 November 1998) Tak Putus Dirundung Teror (26 Juli 2004) Siapa Menembak Bendito? (23 Pebruari 1999) FBI Datang Lagi, Lagi, dan Lagi(15 Desember 2003) Titik Terang dari Parigi (07 Juni 2004) Dibelit Urusan Pembebasan (07 Juni 2004) FBI Menyelidiki Kasus Timika (08 Desember 2003) Poso Genting Lagi (05 April 2004) Dar-der-dor ala Paspampres (22 Maret 2004) Chen Ditembak, Referendum Didukung?(22 Maret 2004) Lintas Internasional (11 Agustus 2003) Tertembaknya Orang Jerman (16 Juni 2003) Aneka Versi Penembakan itu (02 Juni 2003) Subuh Berdarah di Peusangan (02 Juni 2003) Usut Polisi yang Salah Tembak (02 Juni 2003) Senjata Polisi Salah Dor Lagi (02 Juni 2003) Sebuah Pembunuhan di Beograd (17 Maret 2003) Dor ’Petrus’ untuk Pengedar ’Ya Ba’ (10 Maret 2003) Kejanggalan-Kejanggalan Setelah Penembakan (17 September 2001) Misteri Tertembaknya Aris Djunaedi (10 September 2001) Aris Junaidi Ditembak (03 September 2001) Decky Murib: ?Saya Diajak Kapten Markus?(25 November 2002) Tim Gabungan untuk Lirman Hadimu (06 Agustus 2001) Peluru atau Hukum (25 Juni 2001) Nisan Tak Bernama(30 September 2002) Setelah Kopassus Dituding (30 September 2002) Penembak Rudy Tetap Diusut (18 Juni 2001) Papua Resah Lagi (16 September 2002) Agen FBI Menyelidiki Kasus Timika (09 September 2002) Penembakan di Freeport (02 September 2002) Henry Yoso Diadukan ke Polisi (26 Agustus 2002) Sunny Didor di Simpang Motif (08 April 2002) Delapan Tewas oleh Pria Sakit Jiwa (01 April 2002) Persidangan Aksi 'Jango' di Meja Hijau (22 Januari 2001) 'Dor', Cuma karena Kartu Telepon (11 Pebruari 2002) Jadi Tersangka Gara-Gara Mengadu (11 Pebruari 2002) Pestol Fn 38 ? Pestol Kaliber 9 mm(24 September 1977) Kasal: sportif(27 Agustus 1977) Ali mutopo menjelaskan ali murtopo menjelaskan(20 Agustus 1977) Har Bersumpah Tak Menembak Rudy(13 Agustus 1977) Hie Kie Seng Tewas. Ada Apa ?(07 Mei 1977) Menembak Tikus(08 Januari 1977) Bukan Karena Seorang Hakim ...(14 Januari 1978) Letkol TS Diberhentikan(11 Desember 1976) Terbunuhnya Seorang Petinju(05 Juni 1976) Terbunuhnya "Mao Tse-Tung"(20 Maret 1976) Terbunuhnya "Mao Tse-Tung"(20 Maret 1976) Hanya Spontanitas(23 Agustus 1975) Mereka Menembak Sang Bapak(23 Agustus 1975) Wartawan Itu Ditembak(29 Maret 1975) Dor Bukan Bonanza(30 November 1974) Semakin Ketat(31 Agustus 1974) Cobaan Agus(10 November 1973) Pelajaran menembak(29 September 1973) Siapa Sebenarnya Hassan Bauw?(30 Juni 1979) Pembela Pedagang Rokok Itu ...(20 September 1980) Sesudah Penembakan Kapal Arch(18 Oktober 1980) Dor Di Pengadilan(04 Oktober 1980) Sore Terakhir Seorang Capa(15 Agustus 1981) Bebas untuk cinta tak berbalas(03 Juli 1982) Gajah-Gajah Nelwan(02 Januari 1982) Ekor Percobaan Membunuh Paus(11 Desember 1982) Kayu-Kayu Di Hutan Nglarangan(15 Januari 1983) Kesadaran Haji Fauzi Bergelombang?(15 Januari 1983) Sengketa Kawan Separtai(29 Oktober 1983) Karena cinta si kancil(08 Oktober 1983) Bukan penembak misterius(27 Agustus 1983) Cucu perintis kemerdekaan(27 Agustus 1983) Sebutir peluru buat ninoy(27 Agustus 1983) Ada dor, ada ya. ada tidak.(06 Agustus 1983) Teka-Teki Johny Mangi(14 Mei 1983) Album obl telah tutup(17 Desember 1983) Pujian dan kecaman kardinal sin(10 September 1983) Selamat jalan, pangeran perdamaian(10 September 1983) Bukan yang pertama kali...(10 September 1983) Kenapa peluru kendali ditembakkan? pembunuhan di udara(10 September 1983) Penembakan pesawat boeing-747 kal(10 September 1983) Maut ditentang pengacara(30 Juli 1983) Tentang penembak misterius(30 Juli 1983) Salah siapa?(02 Juli 1983) Dari daftar langganan polisi(02 Juli 1983) Suara dari lembaga kehidupan...(18 Juni 1983) Naga dan kobra yang resah(18 Juni 1983) Menjemput bandit di jalan pintas orang-orang yang terbunuh(18 Juni 1983) Serangan dinihari(11 Juni 1983) Hal Petugas Ringan Tangan(30 April 1983) Jurus Bangau Putih Mengejar "Copet"(09 April 1983) Pagi Berdarah Asrama Armed(10 November 1984) Setelah darah dan dendam, apa lagi?(10 November 1984) Sebuah Peluru Untuk Suami(29 September 1984) Si anak bercerita tentang kematian ayah(26 Mei 1984)