Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ribuan Kaleng Daging Sapi Impor Dimusnahkan Di Bandung
Kamis, 27 September 2007 | 18:23 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Belasan ribu kaleng daging sapi olahan asal Cina dan Eropa yang dijual sejumlah toko swalayan ternama di Bandung, Tasikmalaya dan Cirebon dimusnahkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Bandung, Kamis (27/9). Pemusnahan dilakukan di lokasi penjualan daging produk impor tersebut oleh sembilan tim BPOM Bandung.

”Produk-produk olahan daging sapi itu dimusnahkan karena dinyatakan positif menularkan BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy- bibit penyakit sapi gila), dan penyakit gigi dan mulut,” kata juru bicara Balai POM Bandung, Siti Nuraniyah

Menurut Siti Nuraniyah, operasi pemusnahan dilakukan berdasarkan surat Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan POM, Tien Gantini. ”Pemusnahan ini juga merupakan tindak lanjut dari perintah operasi razia pengamanan daging olahan impor yang dilakukan sebelumnya,” katanya.

Siti mengungkapkan, dalam operasi pengamanan yang berlangsung Sabtu lalu di sejumlah toko swalayan di Kota Bandung saja, pihaknya menemukan 17.722 kaleng daging olahan impor yang diduga bisa menularkan penyakit. Produk daging kalengan yang semuanya bermerek Great Wall Brand Corned Beef No. ML 514909001020 dan Liberty Corned Beef No. ML 514913001040 kemudian dinyatakan tidak boleh dijual dan harus diamankan di gudang toko bersangkutan

Dari hasil pantauan Tempo di lokasi pemusnahan Toko Serba Ada Griya, Setrasari, Bandung, pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. ”Di sini (Toko Griya, Setrasari) saja, ditemukan 2.739 kaleng daging olahan merek Great Wall yang harus dimusnahkan,” kata Rusiana, anggota tim dari Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai POM Bandung saat ditemui di Griya Setrasari.

Menjelang pemusnahan, Kepala Toko Griya, Suryadi, sempat menyampaikan keberatan kepada tim BPOM. Dia mengatakan, dalam operasi pengamanan beberapa hari sebelumnya, Balai POM hanya meminta agar produk daging tersebut tidak dijual dan disimpan di gudang toko. ”Tidak ada pemberitahuan kalau daging-daging kalengan ini akan dimusnahkan,” katanya.

Namun Rusiana mengatakan, meski tidak ada pemberitahuan langsung dari Balai POM, pihak toko seharusnya siap menerima resiko kalau produk daging kalengan tersebut akhirnya akan dimusnahkan. ”Kalau saat operasi pengamanan Sabtu kemarin tidak memberitahu pihak toko, itu karena kami masih menunggu kepastian hasil penelitian dan perintah pemusnahan dari Badan POM Pusat,”katanya.

Erick Priberkah Hardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Daging Glonggongan dan Bangkai Ayam Masih Beredar di Solo
Stok Daging Bulan Puasa dan Lebaran di Tangerang Aman
Departemen Pertanian Rencana Impor Daging Unggas Tanpa Tulang
Kebakaran Lahan Sudah Sangat Membahayakan
Tersangka Eping Mengaku Memotong Leher Warga Luwu
Kota Bandung Tak Serius Tangani Sampah
Operasi Pasar Temukan Daging Ayam Bangkai
Kepala Penjara Wanita Kota Malang Dicopot
Warga Cianjur Cemaskan Peredaran Daging Babi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk108547 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< September,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data