|
Petani Nanas Subang Kehilangan Pencaharian
Kamis, 01 November 2007 | 12:21 WIB
TEMPO Interaktif, Subang:Ratusan petani nanas di sejumlah desa sentra penghasil buah nanas di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dipastikan kehilangan mata pencaharian bertani nanas yang sudah mereka geluti selama 40 tahun.
Seluas 600-an hektare lahan yang selama ini mereka tanami nanas sebagai gantungan hidupnya akan dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit oleh PTP VIII Apdeling Tambaksari.
Pemantauan Tempo di lapangan menemukan perkebunan nanas di Desa Kumpay, Kasomalang Kulon dan Tambakan, yang semula tampak menghampar dipenuhi daun panjang berduri itu, nyaris sudah habis dibabat.
Memed Humaedin, salah seorang petani nanas, mengatakan sedikitnya 700 petani nanas yang ada di desanya resah karena sekonyong-konyong harus kehilangan mata pencaharian yang sudah dilakoni secara turun-temurun itu. "Kami frustasi, mengadu ke mana-mana tak ada tanggapan sama sekali," tutur Memed. Ia menyebutkan pengaduan sudah disampaikan ke Bupati, pimpinan DPRD bahkan sampai ke pihak kepolisian.
Memed juga menyesalkan sikap PTP VIII Apdeling Tambaksari yang tidak memberikan kesempatan untuk mempertahankan eksistensi petani nanas yang sudah menjadikan buah nanas sebagai trademark Kabupaten Subang, bukan saja di tataran regional, nasional bahkan internasional itu. "Kami tak habis pikir mengapa PTP VIII begitu zalim," kata Memed dengan nada tinggi.
Ahmad Budi Santoso, Ketua Serikat Pekerja PTP VIII Apdeling Tambaksari yang diberi kuasa mengamankan aset perusahaan, mengatakan pembabatan kebun nanas dilakukan atas dasar kesadaran para petani penggarap sendiri. "Tidak ada paksaan sama sekali," ujarnya. Soal status lahan, ia mengklaim sepenuhnya milik PTP VIII. "Saya jamin itu."
Menurut Ahmad, di atas hamparan ratusan hekatre lahan bekas kebun nanas itu kelak akan ditanami pohon kelapa sawit yang hasilnya akan dimanfaatkan buat energi terbarukan jenis biofuel. "Kami sudah melakukan kajian, sawit cocok di tanam di sini (areal perkebunan Tambaksari)," Ahmad mencoba memberikan alasan.
Ia juga meyakinkan bahwa para petani nanas mantan penggarap di perkebunan itu nantinya akan direkrut menjadi karyawan perkebunan sawit. "Sekarang pun sudah ada 250 orang mantan petani penggarap ytang direkrut menjadi pekerja," tutur Ahmad.
NANANG SUTISNA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|