|
Sungai Porong Kembali Mengalir
Kamis, 01 November 2007 | 15:14 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Air di Sungai Porong akhirnya bisa mengalir ke hilir Laut Selatan Jawa, Kamis (1/11), setelah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menghentikan penggelontoran lumpur ke sungai tersebut sejak Rabu (31/10) sore.
Dari pantauan Tempo sepanjang hari ini, dua alat penyedot lumpur plus dua eskavator yang ada di sungai tersebut juga terus membantu mencairkan endapan lumpur yang semula menyumbat sungai tersebut.
Air setidaknya mulai bisa mengalir deras sekitar pukul 08.00 pagi tadi setelah enam jam sebelumnya, yaitu pada pukul 02.00 dini hari, Perum Jasa Tirta juga menggelontorkan atau membuka pintu air di Bendungan Lengkong, Mojokerto.
“Kami sudah koordinasi dan Jasa Tirta menyepakati menggelontorkan air sehari dua kali, pukul dua malam sebanyak 40 meter kubik per detik dan pukul dua siang sebesar 10 meter kubik per detik,” ujar Juru Bicara BPLS Ahmad Zulkarnain.
Penggelontoran air dari Bendungan Lengkong ini memang dimaksudkan untuk membantu mengalirkan lumpur yang sejak beberapa pekan terakhir menyumbat Sungai Porong.
Air yang digelontorkan dari Lengkong ini, Lanjut Zulkarnain, setidaknya memerlukan waktu sekitar 6 jam hingga sampai di sekitar endapan lumpur tepatnya di kawasan Desa Pejarakan, Porong, Sidoarjo.
Penghentian pembuangan lumpur ke Sungai Porong dipastikan membuat lumpur di seluruh kolam penampungan penuh dan meluap. Padahal tanggul selebar 400 hektare yang dibangun melingkari empat desa saat ini kondisinya telah kritis dengan rata-rata ketinggian lumpur menyentuh bibir tanggul. Ketinggian tanggul rata-rata telah mencapai 11 meter lebih.
“Dengan kondisi saat ini, tanggul kemungkinan hanya bisa menampung lumpur antara 10-15 hari ke depan,” imbuh Zulkarnain. Selebihnya, BPLS akan mencoba untuk mengalirkan lumpur ke kolam di Desa Sengon dan di bekas Desa Siring yang baru selesai dibangun. Hanya saja, kedua kolam lumpur ini kemungkinan juga tidak akan bertahan lama untuk menampung lumpur.
Karenanya, BPLS dalam waktu dekat tetap akan melanjutkan pembuangan lumpur melalui Sungai Porong. “Kami tidak mungkin menyepakati tuntutan warga untuk menghentikan selamanya pembuangan lumpur ke Sungai porong,” kata Zulkarnain. Pengaliran kembali lumpur ke Sungai Porong akan dilanjutkan jika endapan lumpur yang saat ini menyumbat sungai tersebut benar-benar bisa dibersihkan.
Rencana digelontorkannya kembali lumpur ke Sungai Porong membuat warga Pasuruan mengancam akan kembali melakukan unjuk rasa. “Kami minta pembuangan dihentikan selamanya. Jika dilanjutkan, kami pasti akan kembali blokir jalan,” ujar Moh Furqon, Kepala Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Pasuruan.
Furqon menambahkan, sesuai janjinya kepada para pengunjuk rasa yang kemarin memblokir jembatan Porong, BPLS akan menghentikan untuk selamanya pengaliran ini plus segera melakukan normalisasi Sungai Porong. “Tapi jika di tengah perjalanan mereka tetap ngotot mengalirkan lumpur, maka jangan salahkan kami jika kami bertindak lebih keras,” tambahnya.
Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|