|
Pemerintah Kediri Akan Evakuasi Besar-besaran
Kamis, 01 November 2007 | 15:27 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akan kembali melakukan evakuasi besar-besaran terhadap seluruh warga yang bermukim di radius 10 kilometer dari kawah Gunung Kelud, menyusul terjadinya 548 kali gempa vulkanik dangkal, Kamis (1/11).
"Sore ini akan dilakukan evakuasi besar-besaran mengingat masih banyak warga yang nekat bertahan di rumah mereka dan meninggalkan lokasi pengungsian yang sudah disediakan pemerintah. Ini benar-benar situasi yang sangat membahayakan warga sendiri," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemkab Kediri sekaligus juru bicara Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB), Kamis (1/11).
Alasan yang paling mendasar dilakukannya evakuasi besar-besaran karena aktivitas kegempaan Kelud hingga pukul 12.00 WIB terekam 548 kali gempa vulkanik dangkal dan temperatur air danau kawah mencapai 39,7 derajat Celcius di kedalaman 15 meter.
"Untuk itu kami memohon seluruh warga yang tetap bersikeras bertahan di rumah segera mengosongkan rumahnya dan pergi menuju ke pengungsian dengan menggunakan fasilitas kendaraan yang disediakan," kata Sigit Rahardjo.
Berdasarkan catatan aktivitas Kelud di markas Satlak PB di gedung Simpang Lima Gumul, antara pukul 00.06 – 00.12 WIB, terekam adanya 548 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, 76 kali gempa tremor dan 2 kali gempa tektonik jauh.
Sedangkan pergerakan temperatur (suhu) air danau kawah di kedalaman 15 meter mencapai 39,7 derajat Celcius. Di kedalaman 10 meter tercatat 38,4 derajat Celcius dan di permukaan mencapai 38,5 derajat Celcius.
Enam jam sebelumnya gempa hanya terekam sejumlah 59 kali gempa vulkanik dangkal, 11 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik jauh dan 4 kali gempa tremor.
Berdasarkan data pengungsi, tercatat 38.170 orang warga lereng Kelud diungsikan di 19 lokasi yang ada di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Wates, Kepung, Puncu dan Plosoklaten. Mereka berasal dari 22 desa rawan bencana.
Namun kini jumlah pengungsi yang bertahan hanya sekitar 6 ribu orang. Mereka tersebar di lokasi pengungsian Kecamatan Wates 1.662 orang, di Kecamatan Puncu 989 orang, di Kecamatan Plosoklaten 266 orang dan di Kecamatan Kepung tercatat 2.747 orang.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|