Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aparat Paksa Warga Menuju Pengungsian
Kamis, 01 November 2007 | 15:40 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:Ketegangan kembali terjadi di Desa Sugihwaras, perkampungan terdekat dari Gunung Kelud, setelah aparat TNI/Polri yang tergabung dalam Satuan Pelaksana Penanggulangan Bancana (Satlak PB) Pemkab Kediri melakukan evakuasi paksa terhadap ribuan warga yang memilih bertahan di rumah. Tindakan aparat menyusul 548 kali gempa vulkanik dangkal yang terjadi sejak pagi ini.

"Kami hanya menjalankan perintah. Untuk itu kami mohon semua warga mengerti dan memahami bahwa apa yang kami lakukan semata-mata hanya untuk menyelamatkan warga dari letusan Gunung Kelud," kata Inspektur Dua Iswahyudi, Kepala Pos Pengamanan Desa Sugihwaras, Kamis (1/11).

Menurut Iswahyudi, perintah melakukan evakuasi paksa terhadap seluruh penduduk langsung turun dari Kepala Kepolisian Resort Kediri, Ajun Komisaris Besar Eky Heri Festianto, hari ini. Untuk itu Iswahyudi langsung mengerahkan ratusan personelnya yang setiap hari 24 jam nonstop berjaga-jaga di desa tersebut sejak ditetapkannya status Awas pada tanggal 16 Oktober 2007 lalu.

Dari pantauan Tempo, sejak pukul 13.00 WIB ratusan aparat gabungan dari TNI/Polri mendatangi rumah-rumah penduduk dan meminta agar mereka segera mengosongkan rumahnya dan pergi ke pengungsian. Saat petugas datang ke rumah warga, puluhan truk dan bus sudah disiapkan di jalan utama desa.

Sementara Kopral Kepala Hariono, anggota Kodim 0809 Kediri yang setiap hari bertugas di Desa Sugihwaras menyatakan akan lebih menghargai sikap penduduk yang ikhlas melakukan pengungsian tanpa harus dipaksa-paksa. Untuk itu dia bersama tim Polri juga berusaha memberikan pemahaman secara persuasif bagi warga yang ngotot tidak mau pergi.

"Ini semua bukan kehendak kita. Tidak ada yang ingin hidup di pengungsian selamanya. Tapi kita juga harus memperhitungkan dengan cermat apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan warga secepat-cepatnya jika Kelud meletus sewaktu-waktu," kata Kopral Hariono.

Sejumlah warga yang ditemui Tempo menyatakan siap menuruti perintah mengungsi. Namun mereka meminta agar kaum lelaki kepala keluarga dan para pemuda tetap diizinkan tinggal untuk melakukan pengamanan mandiri atas harta benda mereka.

"Kami ikhlas kaum perempuan dan anak-anak dibawa ke pengungsian. Tapi biarkan kami kaum laki-laki berada di sini untuk membantu aparat keamanan," kata Diono, salah seorang warga Dusun Mulyorejo, Desa Sugihwaras.

DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Kediri Akan Evakuasi Besar-besaran
Kelud Menggeliat Lagi, Gempa Vulkanik Terjadi 39 Kali
Satu Keluarga di Gunung Kelud Keracunan
Warga Lereng Kelud Dipaksa Tandatangani Pernyataan
Pemerintah Malang Didesak Evakuasi Warganya
Status Akan Diturunkan, Temperatur Kelud Justru Melonjak
Status Gunung Papandayan Waspada
Jurnalis Televisi Berebut Dekati Kawah Kelud
Vulkanolog Bahas Status Gunung Kelud
Papandayan Masih Berstatus Waspada
> selengkapnya...

Referensi

CINCIN API

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk110566 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data