|
Yogya-Saint Pittersburg Bangun Kerjasama Sister City
Senin, 12 November 2007 | 16:30 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanof, mengajak pemerintah daerah Yogyakarta untuk bekerja sama membangun sister city (kota kembar) dengan Saint Petersburg. Ajakan ini disampaikan Ivanof kepada Wakil Gubernur Yogyakarta Paku Alam IX di Gedung Pare Anom, Kepatihan Yogyakarta, Selasa (13/11)
Saint Petersburg dan Yogyakarta memiliki beberapa kemiripan. Keduanya pernah sama-sama menjadi ibukota negara, keragaman budaya, dan multi etnik. Selain menjajaki kerja sama Sister City, Ivanof juga tertarik mengembangkan kerja sama pariwisata. Apalagi di Rusia saat ini perkembangan sektor pariwisata sedang pesat.
"Kota Saint Petersburg merupakan jendela Eropa dan merupakan kota terbesar kedua di
Rusia dan ketiga di Eropa," kata Ivanof. Akhir November lalu, presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya pernah megunjungi kota ini.
Menurut Ivanof, Saint Petersburg menjadi pusat budaya dan seni yang penting di Eropa. Para seniman, sastrawan, komponis, maupun penari-penari balet banyak yang lahir dan berkembang di kota itu. Kehidupan yang harmonis tumbuh dan berkembang dalam masyarakat yang multi etnis dan multi agama. "Kurang lebih ada 15 persen orang Rusia beragama Islam. Perkembangan politik di negara kami juga sedang menuju ke sistem demokrasi," katanya.
Paku Alam IX menyatakan pemerintah menghargai tawaran duta besar Rusia itu. Dia berharap proposal dari Rusia segera ditindak lanjuti, sehingga kerja sama ini dapat
segera diwujudkan.
Ivanof juga menawarkan beasiswa pendidikan kebagi mahasiswa Yogyakarta yang
ingin meneruskan kuliahnya di Rusia, khusnya bidang ilmu geologi,
kedokteran dan pertambangan. Beasiswa ini sebernanya sudah berlangsung lama dan sudah diikuti mahasiswa lain di Indonesia. (Muh Syaifullah)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|