|
Ponorogo Persoalkan Tari Barongan Malaysia
Kamis, 22 November 2007 | 20:23 WIB
TEMPO Interaktif, Ponorogo: Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur akan menempuh upaya hukum terkait klaim kementerian kebudayaan dan kesenian Malaysia yang mengakui kesenian Reog sebagai warisan budaya mereka. Reog yang disebut Barongan di Malaysia itu tercantum dalam website heritage.gov.my dan disebutkan berkembang di Batu Pahat, Johor dan Selangor.
“Jika benar itu penjiplakan, kami akan menempuh upaya hukum,” kata Bupati Ponorogo Muhadi Suyono di Ponorogo kemarin. Sebab hak cipta Reog sudah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo sejak 11 Februari 2004 dengan nomor 026377. Saat ini Pemerintah Kabupaten Ponorogo sedang meneliti status situs yang mencamtumkan Reog tersebut.
Publikasi Barongan sebagai warisan Malaysia melalui website dan video itu memicu kemarahan para penari Reog. Kesamaan Reog dan Barongan terletak pada pakaian penari, dadak merak (topeng reog), patih (penggiring putri), dan alat-alat musik pengiring. Yang berbeda hanya alur cerita dan musiknya. “Itu jelas penjiplakan,” kata Budi Sutrisno, Ketua Yayasan Reog Ponorogo.
Barongan menggambarkan kisah Nabi Sulaiman dengan binatang-binatang sedang bercakap. Lalu datang harimau dan seekor merak. Si merak mengembangkan sayapnya dan melompat ke atas kepala harimau lalu keduanya terus menari.
Saat harimau dan merak menari, tiba-tiba pamong (juru iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda melintas di kawasan tersebut. Pamong turun dari kudanya dan menari bersama binatang-binatang tadi.
Sedangkan Reog berkisah tentang Prabu Klono Siwandono yang berangkat dari Kerajaan Bantarangin (cikal bakal Ponorogo) menuju Daha Kediri untuk melamar Putri Songgolangit. Di tengah jalan, rombongan Prabu Klono
dihadang makluk berwujud kepala harimau dengan hiasan merak di atasnya. Dalam pertempuran, Prabu Klono menang.
Menteri Pariwisata Malaysia Tengku Adnan Tengku Mansor meragukan klaim di website tersebut. Menurut suami aktris Indonesia Eny Beatric ini, dirinya tidak pernah mendengar ada kesenian Barongan di Malaysia. “Sejak kecil sampai sekarang, saya tidak pernah dengar ada tari Barongan,” katanya. dini mawuntyas | faisal assegaf
INDEKS BERITA LAINNYA :
|