|
Ratusan Pelajar Kediri Belajar di Kelas Darurat
Selasa, 04 Desember 2007 | 11:40 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Ratusan pelajar Madrasah Ibtida’iyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Qoiriyah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur terpaksa belajar di tempat darurat setelah enam kelas mereka diterjang angin puting beliung.
Meskipun kondisi sekolah memprihatinkan, sekolah yang dikelola Yayasan Pendidikan Islam Al Qoiriyah itu tidak meliburkan para siswa-siswi.
Selain gedung sekolah milik Yayasan Al Qoiriyah, angin puting beliung juga merusakkan dua kelas Madrasah Ibtida’iyah Mambaul Hikmah yang terletak di Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
"Memang kondisi kelas memprihatinkan setelah diterjang angin puting beliung, tapi kami tidak meliburkan para siswa karena takut mereka tertinggal pelajaran. Untuk sementara kami pergunakan secara darurat," kata Abdul Kholik, Kepala Sekolah Madrasah Ibtida’iyah Al Qoiriyah, Selasa (4/12).
Menurut Abdul Kholik, angin puting beliung yang merusakkan sekolahnya terjadi pada Minggu (2/12) petang. Akibat terjangan angin, atap 6 kelas hancur dan menyebabkan air hujan menerobos masuk ke dalam kelas. Agar tetap bisa dipakai untuk belajar, para guru dan siswa bersama-sama menguras air dari dalam kelas.
Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan segera akan melakukan penghitungan kerugian untuk melakukan perbaikan kelas yang rusak. Jumlah dana yang akan dikeluarkan disesuaikan dengan kondisi kerusakannya. Selain itu juga akan melibatkan Departemen Agama sebagai pihak yang menaungi yayasan pendidikan agama.
"Prinsipnya pemerintah tidak akan tinggal diam atas terjadinya bencana itu. Apalagi ini menyangkut dunia pendidikan. Secepatnya harus dilakukan perbaikan," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|