|
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Bojonegoro
Selasa, 04 Desember 2007 | 13:57 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Hujan yang mengguyur Bojonegoro kemarin sore hingga malam hari mengakibatkan banjir di dua kecamatan, Dander dan Sukosewu. Kendati tidak ditemukan korban jiwa, air menggenangi 800 rumah dan 400 hektare sawah.
Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Dander yang tersebar di beberapa desa, yaitu Growok, Sumberarum dan Kunci. Di desa tersebut, tercatat lebih dari 280 hektare tanaman palawija dan padi rusak diterjang air. Sedangkan di Kecamatan Sukosewu, kerusakan akibat banjir terjadi di Desa Jatiblimbing dan Jatisari, yaitu ada 70 hektare tanaman palawija dan padi rusak.
"Itu belum termasuk 14 binatang ternak seperti kambing yang hilang terseret arus," tegas Kepala Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Bojonegoro, Selasa (4/12) pagi.
Banjir setinggi rata-rata 1 mater itu dengan cepat menggenangi rumah penduduk. Harianto, warga Dander, mengaku saat keluar dari rumah tidak sempat menyelamatkan hewan ternak dan beberapa barang di rumah. "Akibatnya, dua ekor kambing saya hilang," tegasnya.
Hingga Selasa siang ini, warga yang tinggal di lokasi banjir masih tetap khawatir. Pasalnya, sejumlah tempat di Bojonegoro turun hujan deras. Bahkan, air di Bengawan Solo terus meningkat menyusul hujan yang turun di Kabupaten Ngawi dan sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, M Santoso, tampak mengunjungi lokasi penampungan warga yang terkena banjir di Kecamatan Dander dan Kecamatan Sukosewu. Pihak Pemkab Bojonegoro masih mendata jumlah warga yang akan mendapatkan bantuan.
"Sudah kita data. Yang terpenting, lokasi pengungsian dan logistik untuk mereka," tegas Joni Nurharyanto, juru
bicara Pemkab Bojonegoro.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|