|
Ribuan Pelanggan PDAM Magetan Krisis Air
Kamis, 06 Desember 2007 | 14:27 WIB
TEMPO Interaktif, Magetan:Sedikitnya 3.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di lima kelurahan/desa di Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak mendapatkan pasokan air bersih sejak Rabu (5/12).
Akibatnya warga di Kelurahan Selosari, Magetan, Mangkujayan, Bulukerto dan Desa Candi mengalami krisis air bersih. "Aliran pipa air mati sejak kemarin," kata Anwar, pelanggan PDAM di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Magetan, kepada Tempo, Kamis (6/12).
Dari penjelasan pihak PDAM, kata Anwar, matinya aliran air PDAM disebabkan salah satu pipa utama PDAM pecah. Ia meminta agar PDAM segera bertindak cepat dengan memperbaiki jaringan pipa yang pecah sehingga pelanggan PDAM tidak dirugikan dan mengalami krisis air bersih.
Direktur Bidang Teknik PDAM, Seno, mendampingi Kepala PDAM Magetan, Suharto, membenarkan aliran pipa PDAM di lima kelurahan di Magetan mati sejak kemarin. "Disebabkan pipa ukuran 10 dim di Desa Candi Kecamatan Magetan pecah," ujarnya.
Pipa itu adalah saluran utama yang menghubungkan pasokan PDAM dengan pipa rumah tangga di lima kelurahan itu. Pecahnya pipa disebabkan bencana longsor di sumber air Gingging yang mengakibatkan tekanan air dari atas sangat kuat hingga pipa itu pecah.
Hingga saat ini PDAM masih berupaya mengganti pipa yang pecah dengan menggali tanah sedalam 1,5-2 meter. "Sepanjang enam meter pipa berukuran 10 dim masih kita sambung agar saluran air kembali lancar," ujar Seno. Ia berjanji pelanggan PDAM bisa segera mendapatkan pasokan air bersih paling lambat Jumat (7/12).
Untuk mengatasi krisis air ini PDAM telah mendistribusikan air bersih ke pelanggan. Hingga saat ini sebanyak 10 tangki air berukuran 4 ribu liter yang diambil dari pompa air Sukomoro telah disalurkan bagi pelanggan PDAM. Berdasarkan data PDAM Magetan terdapat sebanyak 43.440 pelanggan.
DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|