|
Universitas Padjadjaran Tambah Hak Paten Penelitian
Kamis, 06 Desember 2007 | 20:19 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Profesor Nurhalim Shahib, peneliti dari Universitas Padjadjaran Bandung, resmi mendapatkan paten atas penelitiannya bertema Metode Tranpor Nutrien melalui Membran Sel Tanpa Radioaktif'. “Sejak didaftarkan tahun 2003, hak patennya baru keluar tahun 2007,” ujar Nurhalim seusai mempresentasikan hasil penelitiannya di Ruang Serba Guna Universitas Padjadjaran, Kamis (6/12).
Penelitian yang dilakukan Nurhalim terfokus pada pembuatan produk dan proses yang bisa mendeteksi penyakit tertentu yang diduga terjadi karena gangguan pada penyerapan atau gangguan gizi, atau gangguan berat badan pada anak di dalam kandungan. “Misalnya ada kelainan pada plasenta, ginjal, atau kelainan sel darah merah dan putih,” kata guru besar di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler ini.
Selama ini, kata Nurhalim, para dokter di Indonesia tidak bisa memeriksa gangguan itu kecuali dengan menggunakan radioaktif. Padahal, kata Nurhalim, tidak banyak yang suka menggunakan radioaktif dalam metode penyembuhan. “Selain mahal, alatnya terbatas, pencemarannya juga tinggi,” katanya.
Sedangkan metode dalam penelitan Nurhalim, bisa diaplikasikan dengan mudah oleh universitas atau institusi lain. Dengan mengambil sampel darah, sampel jaringan atau plasenta, kata dia, metode ini juga menggunakan larutan tertentu yang mengandung asam bongkrek dan merkuri sebagai pemberhenti transpor. “Berapa kadar nutrien yang tinggal, itu nanti yang diukur,” katanya.
Nurhalim memulai penelitian ini sejak tahun 2000 hingga 2003. “Dana penelitian diambil dari riset unggulan terpadu, hibah bersaing, dan uang pribadi,” kata dosen yang pernah melakukan penelitian di Monash University, ST Vincent’s Hospital Australia dan Kyusu University Jepang ini.
Selain mendapatkan paten atas penelitiannya ini, Nurhalim kini juga tengah mendaftarkan tiga penelitiannya yang lain. Ketiga penelitian itu bertema ‘Oligonukleotida Sintesis untuk Mendiagnosa Penyakit Trofoblas’, ‘Profil Plasmid sebagai Biomarker Pencemaran Limbah Infeksius’, dan ‘Ekstrak Kering Ramuan Tradisional Berkhasiat Anti Demam Berdarah’. “Ketiganya masih diproses,” kata Nurhalim.
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|