|
Puluhan Koleksi Museum Radya Pustaka Raib
Jum'at, 07 Desember 2007 | 17:12 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Solo mengembangkan kasus perdagangan benda-benda cagar budaya yang menjadi koleksi Museum Radya Pustaka. Polisi telah mendapatkan data awal perihal pencurian koleksi museum yang diperdagangankan di luar lima arca batu yang saat ini tengah diselesaikan pemberkasannya.
"Kasus ini berkembang tidak hanya lima arca, tetapi juga benda-benda koleksi yang lain," ujar Kepala Satuan Reskrim Poltabes Solo, Syarif Rahman, Jumat (7/12).
Syarif enggan menjelaskan informasi yang telah dikantongi perihal koleksi museum yang raib. Dia hanya mengatakan dalam informasi yang baru diterima lisan dari instansi yang baru saja melakukan pendataan ulang koleksi museum, ada puluhan benda bersejarah yang raib. Benda-benda itu berupa arca dari perunggu maupun batu. "Modusnya kurang lebih sama dengan kasus lima arca batu," katanya.
Informasi yang diperoleh Tempo menyebutkan, dari 85 arca koleksi museum, hampir separuhnya sudah bukan arca yang asli atau sudah diganti dengan arca tiruan. Di antara arca yang sudah dipalsukan adalah arca yang bernama Nandisa Wahana Murti.
Syarif mengatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dan data lengkap dari Tim Pendataan Ulang Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. "Sejak awal kami yakin setelah kasus ini terbongkar, akan ada lagi kasus serupa," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Pendataan Ulang Koleksi Museum Radya Pustaka, Zaimul Azzah, mengakui bila sebagian koleksi museum saat ini sudah bukan benda asli. Dia tidak bersedia memberikan penjelasan dengan alasan laporan dari hasil pendataan ulang masih dalam proses penyelesaian. Azzah mengatakan laporan dari hasil pendataan ulang tersebut akan disampaikan ke polisi untuk diusut. "Kalau sudah selesai akan kami sampaikan, sekarang belum bisa diumumkan," kata dia.
Kepala Museum KRH Darmodipuro dan tiga tersangka perdagangan lima arca kuno yang saat ini ditahan Poltabes Solo, diduga kuat juga terlibat dalam hilangnya koleksi-koleksi museum lainnya.
Menurut Syarif, apabila memang nanti ditemukan keterlibatan keempat tersangka ini lagi, maka penyidik akan memisahkan berkas perkaranya. "Berkas perkara lima arca dilimpahkan dulu ke kejaksaan dan kalau mereka ternyata juga terlibat dalam pencurian benda-benda bersejarah museum, ya diberkas tersendiri," kata dia.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|