|
Pencurian Arca Sudah Bertahun-tahun
Senin, 10 Desember 2007 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah memastikan pencurian koleksi Museum Radya Pustaka Solo sudah berlangsung bertahun-tahun. BP3 mendapatkan hasil mencengangkan dari pendataan ulang koleksi museum tersebut, terutama untuk jenis arca perunggu.
Menurut Ketua Pendataan Ulang Museum Radya Pustaka, Zaimul Azzah, dari 85 arca perunggu di museum tersebut, separuh lebih sudah diganti dengan arca tiruan. "Angka pastinya nanti setelah laporan resmi ke Wali Kota Solo dan Poltabes," katanya kepada Tempo, Senin (10/12).
Beberapa arca perunggu yang kini berganti tiruan, di antaranya Arca Dhyani Budha, Dhyani Bodhisatwa, dan Awalokiteswara. Selain itu juga ada Arca Cunddha atau arca Budha bertangan delapan yang kabarnya koleksi satu-satunya di Indonesia.
Menurut Azzah, koleksi tiruan diketahui dari identifikasi arca-arca tersebut berdasarkan data BP3 saat melakukan inventarisasi tahun 2001. "Memang sangat mencengangkan, terutama koleksi arca dari perunggu," ujarnya.
Selain arca dari perunggu, BP3 juga menemukan satu lagi arca batu berganti dengan tiruan. Azzah tersebut bernama Nandisa Wahana Murti, sebuah arca berbentuk dewa duduk di atas lembu.
Menurut Azzah, data hasil inventarisasi BP3 tahun 2001 menyebutkan ada 123 arca batu, namun dari pendataan ulang, terdapat satu arca yang keberadaannya tidak jelas. "Entah di mana disimpan kami belum menemukan. Apakah dicuri atau dipindah ke tempat penyimpanan lain kami belum tahu," kata dia.
Museum Radya Pustaka yang didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV, patih masa pemerintah Paku Buwana X disebut-sebut sebagai museum tertua di Indonesia yang memiliki koleksi arca paling lengkap. Di luar koleksi jenis arca, Azzah mengakui ada juga koleksi yang diragukan keasliannya, di antaranya adalah keramik dari Dinasti Ming, piring kristal
hadiah Napoleon Bonaparte.
BP3 telah melaporkan sebagian kecil pencurian koleksi museum tersebut dan dalam waktu dekat ini akan kembali melaporkan lagi temuan mereka. "Dua-tiga hari lagi kami laporkan secara resmi," ujarnya.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|