|
Satu Buruh Migran Jawa Timur Setiap Hari Pulang Jadi Mayat
Rabu, 12 Desember 2007 | 12:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jember:Setiap hari satu hingga tiga buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur di luar negeri dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia.
Mereka adalah buruh migran yang berasal dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengadu nadib di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong dan Korea.
"Mereka pulang sudah menjadi mayat dan dipulangkan lewat Bandara Juanda Surabaya. Ini informasi yang kami kumpulkan dari beberapa petugas Bandara Juanda dan pilot, seperti pilot Malaysia Airline," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Buruh Migran Indonesia (DPW-SBMI) Provinsi Jawa Timur, Cholili, kepada Tempo, Rabu (12/12) pagi.
Selain dipulangkan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, keluarga buruh migran juga relatif tidak mendapatkan santunan atau bantuan dari pemerintah daerah masing-masing.
"Kebanyakan mereka menjadi korban penyiksaan atau kecelakaan kerja di luar negeri. Selain pulang menjadi mayat, banyak di antara mereka juga masih menanggung utang. Jadi beban keluarga buruh migran yang meninggal itu berlipat-lipat," kata Cholili.
Berdasarkan data Badan Penempatan, Perlindungan Nasional TKI (BP2NTKI) Provinsi Jawa Timur, sejak Januari hingga Agustus 2007 terdapat sedikitnya 41 ribu TKI asal Jawa Timur yang bekerja di luar negeri.
Duta Buruh Migran Indonesia, Franky Sahilatua, yang berada di Jember sejak Senin (10/12) lalu mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. "Kenyataan ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah pusat dan daerah harus melindungi, memenuhi hak-hak dan menghormati para TKI. Ini amanat UUD 1945, UU HAM, UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri serta UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," katanya.
Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|