|
Pemerintah Diminta Tingkatkan Perhatian Pada Buruh Migran
Rabu, 12 Desember 2007 | 17:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jember: Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Provinsi Jawa Timur Muhammad Cholili mengungkapkan, setiap hari ada satu sampai tiga pekerja migran asal Jawa Timur yang meninggal. Mereka bekerja di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Korea, dan negara lain.
"Mereka pulang sudah menjadi mayat dan dipulangkan lewat Bandara Juanda, Surabaya," kata Cholili di Jember pada Rabu (12/120. Informasi ini dia peroleh dari beberapa petugas bandara dan sejumlah pilot. Sebagian dari mereka meninggal karena siksaan atau kecelakaan kerja.
Selain dipulangkan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, keluarga buruh migran tidak mendapatkan santunan. "Jadi beban keluarga yang ditinggalkan berlipat," katanya. Dia minta pemerintah memberikan perhatian yang baik kepada pahlawan devisa ini.
Berdasarkan data Badan Penempatan, Perlindungan Nasional Tenaga Kerja Indoneia Provinsi Jawa Timur sepanjang Januari-Agustus 2007, ada 41 ribu pekerja asal Jawa Timur yang berada di luar negeri. "Itu belum termasuk yang berangkat dengan perusahaan yang berkantor di luar Jawa Timur," katanya. Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|