Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

26 Warga Cirebon Diduga Keracunan
Senin, 17 Desember 2007 | 17:00 WIB

TEMPO Interaktif, Cirebon:Sebanyak 26 warga Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon diduga keracunan pada Minggu (16/12) malam. Namun dari jumlah tersebut, hingga Senin (17/12) siang, tinggal lima orang yang masih dalam perawatan di Puskesmas Kapetakan.

Menurut seorang dokter di Puskesmas Kapetekan, Husny Budi Sismawan, 26 warga Bungko Lor berdatangan ke Puskesmas Kapetakan setelah Isya.

“Secara bergantian mereka berdatangan untuk memeriksakan diri kemarin,” tutur Husny saat ditemui, Senin (17/12). “Namun hanya lima orang yang masih harus dirawat disini.”

Kelima orang tersebut adalah Masiah,20 tahun, Asiah (22), Darkina (35), Kasana (22), dan Marsi (20).

Menurut Husny, warga Bungko Lor tersebut mengalami gejala seperti keracunan, pusing, muntah, dan mual. “Katanya mereka mengalami gejala tersebut usai makan ikan yang mereka beli dari pedagang keliling di desanya,” tutur Husny.

Namun hingga kini belum diketahui penyebab pasti keracunan warga karena sample ikan masih dikirim ke laboratorium kesehatan daerah.

Menurut Asiah, ia membeli ikan Layang Deles dari seorang pedagang keliling yang harganya Rp 6.500 per kilogramnya. “Saya beli sekilo, untuk makan seluruh keluarga,” tuturnya.

Ia pun segera mengolah ikan itu dengan cara digoreng setelah sebelumnya diberi bumbu. Tetapi sekitar sejam setelah makan ikan, ia langsung pusing. “Pusing, mual dan seluruh tubuh gatal-gatal dan berwarna kemerahan,” jelasnya. Karena tidak kuat lagi, akhirnya ia pun segera memeriksakan diri ke Puskesmas Kapetakan.

Asiah mengaku seluruh keluarganya makan ikan itu. Tetapi hanya ia yang paling parah mengalami keracunan karena ia makan ikan cukup banyak.

Kapolsek Kapetakan Iptu. Tri Silayanto menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sudah menahan barang bukti berupa ikan Layang Deles tersebut. “Ikan itu didapat dari seorang pengepul yang ada di Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan,” jelasnya.

Pengepul tersebut mendapatkannya dari pedagang di Jakarta. Ia dikirimi 150 dus yang masing-masing berisi 10 kilogram. Seluruhnya telah dikirim ke Indramayu dan Cirebon, yaitu ke Kroya, Karangampel, Grogol, dan Bungko.

Tri mengaku sudah memerintahkan agar seluruh ikan yang sudah terlanjur beredar tersebut segera ditarik.

Ivansyah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

50 Buruh Pabrik Keracunan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113697 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data