Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Otak Pemalsu Uang Diburu ke Tawangmangu
Senin, 17 Desember 2007 | 19:34 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Tim khusus dari Unit I Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya terus mencari Tulus, tersangka utama pembuatan uang palsu miliaran rupiah di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

Kepala Unit Penyidikan I Satuan Reserse Kriminal Polwiltabes Surabaya Ajun Komisaris Arbaridi Jumhur menyatakan, keberadaan Tulus dicari hingga ke lokasi wisata air terjun Tawangmangu. "Semalam seluruh penginapan yang ada di Tawangmangu sudah kita sisir, tapi dia tidak ditemukan," kata Arbaridi yang memimpin sendiri operasi pencarian tersebut kepada Tempo di Surabaya pada Senin (17/12).

Bagi polisi, Tulus adalah aktor kunci di balik aktifitas pabrik uang palsu di Jalan Merapi 12, Banaran, Grogol, Sukoharjo. Dua pekan lalu produksi uang palsu diungkap polisi. Brigadir Kepala Budi Santoso, disertir polisi dari Polres Semarang Selatan yang menjalankan peredaran uang palsu ini dibekuk di rumah isteri mudanya di Perum Gentan, Sukoharjo. Tersangka lain yang ditangkap ialah Eko Sunaryono, Suyono, Lilies Setyaningsih, Agus Hasan, Puji Maryono, Jumali dan Kasidi.

Dari catatan polisi, Tulus yang bergelar insinyur dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu memiliki keahlian mencampur cairan kimia. Cairan itu ia gunakan untuk mengubah kertas hvs biasa menjadi layaknya kertas uang. Tulus juga memiliki keahlian mendesain warna uang pecahan Rp 100 ribuan di komputer. Desain inilah yang kemudian disablon oleh Eko Sunaryono hingga menghasilkan lembaran-lembaran uang palsu yang mirip sekali dengan uang asli dari Bank Indonesia.

Satu lembar kertas HVS menghasilkan empat lembar cetakan uang palsu. Dalam sehari kelompok ini menyablon tak kurang dari 18 rim HVS dan menghasilkan sekitar Rp 600 juta uang palsu. Tulus juga mampu menembus 12 dari 18 security features uang asli. "Termasuk lolos dari deteksi sinar ultraviolet yang warna ungu itu," kata Arbaridi.

Arbaridi menduga, keahlian Tulus memalsu uang didapat saat ia masih berkomplot dengan kelompok Candra di Jawa Barat empat tahun lalu. Komplotan Candra ini telah dibekuk polisi. Tulus yang lolos dari kejaran kemudian berkomplot dengan Budi sejak tahun 2004. Dua orang ini diduga telah mengedarkan tak kurang dari Rp 20 miliar uang palsu hingga ke Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kukuh S. Wibowo



Dari Arsip Majalah TEMPO
Selalu Ranting, Bukan Batang | 24 Januari 2005
Uang Palsu dari Madiun 34 | 24 Januari 2005
Uang Palsu di Sarang intel | 24 Januari 2005
TEMPO, 30 Oktober 1971 | 24 Januari 2005
Bisnis Sepekan | 29 November 2004
Tak Selalu Rahasia  | 28 Juni 2004
Anwar Nasution Memutus Rantai Pemalsuan  | 28 Juni 2004
Pecahan Palsu di Balik Stiker  | 28 Juni 2004
Menyiasati Pemain Lama  | 28 Juni 2004
Mencegat Si Palsu dan Si Aspal  | 28 Juni 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jelang Pilkada, DPRD Minta Peredaran Uang Palsu Diawasi
Peredaran Uang Palsu Meningkat Menjelang Lebaran
Pembuat Uang Palsu Ditangkap
Polisi Gagalkan Penggandaan Uang Rp 63 Miliar
Uang Palsu di Solo Naik 50 Persen
Lumpur Gas Ancam Desa Barambai, Barito Kuala
Taman Nasional Lauser Akan Dihutankan Kembali
Calon Gubernur Aceh Janji Bangun Ekonomi Rakyat
Jejak Manusia Pertama Sumatera Utara Ada di Pulau Nias
Batik Pekalongan Dapat Penghargaan dari UNESCO
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Bank Indonesia
Badan Intelijen Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113721 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data