Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Arca di Gedung Wayang Orang Bukan Koleksi Museum
Selasa, 18 Desember 2007 | 12:19 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Arca kuno yang disita aparat Poltabes Solo dari Gedung Wayang Orang Sriwedari, dipastikan bukan koleksi Museum Radya Pustaka Solo. Kepastian ini diberikan setelah Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah mengidentifikasi arca-arca itu.

Siti Rohyani dari BP3 mengatakan, arca yang disita polisi itu sama persis dengan arca yang ditemukan saat evakuasi benda cagar budaya dari Taman Segaran Sriwedari Desember 2005. Ketika itu BP3 mengambil 10 arca yang tertanam di tanah. "Satu lagi arca yang dulu diambil dari sekitar Segaran masih disimpan di belakang kantor Dinas Pariwisata," katanya, Selasa (18/12).

Polisi beberapa hari belakangan memang giat melacak kemungkinan adanya jual beli dan penguasaan benda cagar budaya oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Sudah dua tempat yang digeledah, yakni Gedung Wayang Orang Sriwedari dan rumah Ketua Yayasan Paheman Radya Pustaka Go Tik Swan alias Panembahan Hardjonagoro. Dari Gedung Wayang Orang, polisi menemukan sembilan arca sementara dari rumah Go Tik Swan, polisi tidak mendapatkan satu koleksi pun karena si pemilik mampu memperlihatkan legalitas penyimpanan benda cagar budaya di rumahnya.

Salah satu arca batu koleksi Radya Pustaka yang diketahui juga raib setelah BP3 melakukan pendataan ulang koleksi Museum Radya Pustaka yakni, arca Nadisa tersimpan di sebuah rumah kolektor benda seni di Jakarta. Kapoltabes Solo Komisaris Besar Lutfi Luhbianto yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kebenaran informasi itu. "Kami akan berkoordinasi dengan BP3 dulu untuk memastikan arca yang hilang itu seperti apa," kata dia. (Imron Rosyid)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Makelar Jahat Itu di Jakarta | 17 Oktober 1987
Apanya Layak Museum | 17 Oktober 1987
Barang Hijau Buat Saladin | 17 Oktober 1987
Wangsit Untuk Majapahit | 26 September 1987
Kembali ke Tahun  | 19 September 1987
Sabdopalon, Setelah 500 Tahun | 19 September 1987
Menunggu Majapahit, di Abad ke-21 | 19 September 1987
Beraksi di Makam Raja | 14 November 1987
Kisah Telur di Batu Basurek | 14 November 1987


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Sita Arca Kuno di Gedung Wayang Orang Sriwedari
Polisi Terbitkan Surat Penangkapan Hugo Kreijger
Pencurian Arca Sudah Bertahun-tahun
Berkas Arca Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan
Puluhan Koleksi Museum Radya Pustaka Raib
Patung Mini Laku Rp 515 Miliar
Kudus Diminta Buat Tempat Penyimpanan Benda Purbakala
BP3 Laporkan Pemalsuan Surat Keterangan Arca
Polisi Buru Hugo Kreijger
Warga Unjuk Keprihatinan Kasus Museumn Radya Pustaka
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113753 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jatah Berobat Pasien Miskin di RS Bojonegoro sampai 1 September
Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Gubernur Jawa Timur Kacau
Semester Pertama 2008, Ekonomi Bertumbuh 6,2 Persen
PT. INKA Kebanjiran Pesanan Membuat Kereta
Mobil Pengambil BLT di Subang Terguling

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data