Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Puluhan Warga Diduga Terkena Cikungunya
Selasa, 18 Desember 2007 | 15:59 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Puluhan warga RW VIII Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung diduga terkena Cikungunya. “Hari ini ada dua orang lagi yang terkena, jadi semuanya ada 31 orang,” kata Indra Nugraha, Ketua RW VIII Kelurahan Cibadak, Selasa (18/12).

Menurutnya, semua korban menunjukkan gejala serupa yakni demam tinggi yang diikuti nyeri di persendian, sehingga membuat penderitanya sulit berjalan.

Penyakit itu muncul sejak dua pekan terakhir. Mulanya mewabah di RT 06 sebelum menyebar di permukiman padat di sekitarnya. Penghuni rumah milik pasangan Anjar Rahmat dan Lilis, warga RT 03 misalnya. Dalam seminggu terakhir berturut-turut hampir semua penghuninya terkena penyakit itu.

Mula-mula Anjar yang terkena, sebelum menular pada kedua anaknya yakni Arliani, 14 tahun, dan Firdaus, 12 tahun. Kerabatnya yang tinggal di rumah itu yakni Kakay (45) dan anaknya Irma (11) juga terkena penyakit yang sama. Hanya Lilis yang luput dari penyakit itu. Sementara Irma dan Arliani masih tergolek di rumah sejak akhir pekan lalu.

Semuanya menunjukkan gejala yang sama yakni demam tinggi dan nyeri di persendian. Firdaus yang sudah terkena penyakit itu sejak Jumat (14/12) lalu mengaku masih nyeri jika kakinya dipakai berjalan. Ia sempat dibawa ke dokter dan menjalani pemeriksaan laboratorium. “Dokter khawatir dia terkena Demam Berdarah,” kata Lilis. Ternyata, lanjutnya, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan anaknya tidak terkena penyakit Demam Berdarah.

Untuk mencegah meluasnya penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa yang diduga menyebarkan penyakit Cikungunya di permukiman padat penduduk itu. Semua warga yang menunjukkan gejala penyakit yang sama diangkut ke rumah Indra. Di rumah itu Kepala Puskesmas Pagarsih, Kota Bandung, dr Lydia Tarumpay memindahkan tempat praktiknya.

Lydia mengatakan, belum bisa memastikan penyakit yang mewabah di kelurahan itu. “Dari gejala klinisnya seperti Cikungunya, tapi untuk memastikannya harus melakukan pemeriksaan sampel darah,” katanya.

Ahmad Fikri


Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Vaksin  | 17 Pebruari 2003
Sembuh Sendiri  | 17 Pebruari 2003
Waspadai Chikungunya  | 17 Pebruari 2003
Chikungunya 'Strikes Back'  | 17 Pebruari 2003
Virus Chikunguya, Bukan Demam Berdarah  | 22 Januari 2001


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Cikungunya di Malang Terus Bertambah
Chikungunya Serang Warga Bogor
Cikungunya Serang Puluhan Warga Jambi
Korban Cikungunya di Kota Kediri Bertambah
Cikungunya Serang Ratusan Warga Tangerang
80 Warga Situbondo Terserang Chikungunya
Warga Bekasi Berburu Jentik Nyamuk
Cikungunya Merajalela di Bekasi
Cikungunya Serang Pasar Kemis, Tangerang
Chikungunya Serang Ratusan Warga Sukoharjo
> selengkapnya...

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113795 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kesenjangan Pajak Masih Besar
DAU Dipotong Bila PDAM Tak Perform
Bakrie & Brothers Dapat Pinjaman US$300 Juta
Pengamanan Putaran Kedua Pilgub Jawa Timur Diperketat
Pengakses Internet di Cina Tertinggi di Dunia

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data