Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Beras Naik Akibat Aksi Borong
Selasa, 18 Desember 2007 | 16:34 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Aksi borong pedagang besar dari berbagai kota mengakibatkan harga beras di Yogyakarta naik drastis dalam sepekan terakhir. Diperkirakan harga beras akan terus mengalami kenaikan sampai musim panen Maret 2008. "Pedagang besar dari Jakarta, Bandung dan Jawa Timur terus memborong beras di Yogyakarta. Jadi harga terus mengalami kenaikan," kata Pratikno, pedagang beras di Pasar Lempuyangan, Yogyakarta, hari ini.

Pratikno mencontohkan, beras jenis IR 64 yang minggu lalu masih Rp 4600 per kilogram saat ini sudah mencapai Rp 5600 per kilogram. "Ini akan terus naik dan naik. Sampai kapan saya tidak tahu," kata Pratikno

Musim panen, katanya, baru akan tiba pada Maret 2008 sehingga pada bulan January-February 2008 stok beras kosong. "Beras tersebut mungkin akan ditimbun oleh pedagang besar dan dikeluarkan pada January-February dengan harapan mendapat kenaikan harga yang besar," katanya.

Pratikno berharap pemerintah dan instnasi terkait melakukan aksi penertiban pedagang nakal. Kenaikan harga beras yang cukup besar tersebut juga membuat daya beli masyarakat turun.

Sebelum terjadi aksi borong, Benyamin, pedagang beras di Lempuyang, mampu menjual 10-15 ton beras setiap hari. Namun sekarang omset penjualan lesu dan turun sampai 50 persen. "Pembelian masyarakat lesu karena kenaikan harga cukup tinggi," katanya.

Murtini pedagang beras di pasar Beringharjo juga mengalami nasib yang sama. Harga beras jenis C4, tiga hari yang lalu hanya 4300 rupiah per kg. Tetapi sekarang sudah Rp 5.000 rupiah per kg.

Kepala Bidang Pelayanan Informasi Public Bulog Yogyakarta Miftahul Adha mengatakan, untuk mengatasi kenaikan harga tersebut Bulog sudah melakukan operasi beras khusus (OPK). "Sejak Kamis 13 Desember kami sudah melakukan OPK ke pemukiman warga miskin," kata Miftahul.

Namun Kepala Seksi Pengawasan Dinas Perindutrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Yogyakarta Imam Nurwahid mengaku belum mengetahui terjadinya aksi borong pedagang luar kota. "Permantauan kenaikan harga beras dalam seminggu ini belum kita terima dari pegawai lapangan," kata Imam. (Muh Syaifullah)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

NTB Sumbang 1,65 Juta Ton Gabah Kering Giling
Kebutuhan Pokok Lebaran di Jakarta Aman
Harga Beras Miskin di Mentawai Melambung
Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi
Kalla: Impor Beras Akan Terus Dilanjutkan
Bulog Kesulitan Serap Beras Petani
Petani Kecewa Patokan Harga Gabah dan Beras Pemerintah
Bulog Kesulitan Penuhi Target Pengadaan Gabah dari Petani
Petani Harapkan Harga Gabah di Atas Rp 2.000
Bulog Surakarta Tak Mampu Beli Gabah Petani
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113801 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data