Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rumah Hashim Akan Digeledah Lagi
Selasa, 18 Desember 2007 | 17:09 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Solo akan kembali menggeledah kediaman Hashim Djojohadikusumo untuk mencari sejumlah koleksi Museum Radya Pustaka. Pengusaha nasional putra Begawan Ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini disebut-sebut masih menyimpan sebuah arca kuno selain lima arca yang sudah disita sebelumnya.

Kapoltabes Solo Komisaris Besar Lutfi Luhbianto mengatakan Kepolisian akan melibatkan petugas dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah untuk memeriksa dan memastikan kebenaran salah satu arca koleksi Radya Pustaka berada di kediaman Hashim. "Akan diteliti dan diperiksa kebenaran informasi yang kami terima," ujarnya, Selasa (18/12).

Sebelumnya BP3 Jawa Tengah yang melakukan pendataan ulang koleksi Radya Pustaka menemukan adanya benda-benda cagar budaya yang dipalsukan. Jumlahnya mencapai 65 buah, yang sebagian besar terbuat dari perunggu. Arca batu yang turut hilang dan dipalsukan terdapat satu buah, yakni arca Nadisa Wahanamurti, yakni arca Dewa Hindu yang duduk di atas punggung sapi.

Selain rumah Hashim, polisi juga akan melakukan penyisiran di sejumlah rumah pihak kolektor benda-benda cagar budaya untuk memburu koleksi Radya Pustaka tersebut.

Pekan lalu, rumah kediaman Ketua Yayasan Paheman Radya Pustaka Go Tik Swan juga didatangi polisi. Lutfi tidak menyebutkan nama-nama kolektor yang juga akan digeledah nantinya. "BP3 dilibatkan karena mereka ahlinya untuk memastikan benda tersebut yang dicari karena milik museum atau bukan," kata dia.

Hashim melalui kuasa hukumnya Deni Hermawan Pamungkas mempersilakan Kepolisian Kota Besar Solo memeriksa koleksi-koleksi miliknya. Hanya saja Deni meminta agar Kepolisian menggunakan prosedur formal sesuai aturan yang ada. "Sejauh sesuai prosedur, tidak ada alasan untuk menolak. Jangan seperti waktu yang lima arca dulu tanpa prosedur," ujarnya.

Menurut Deni, Direktoriat Jendral Kepurbakalaan Departemen Pariwisata dan Budaya sebenarnya sudah pernah melakukan verifikasi koleksi-koleksi benda purbakala yang tersimpan di rumah Hashim. Namun, kata Deni, pihaknya belum menerima hasil verifikasi tersebut. "Kami sendiri juga tidak tahu arca mana yang dimaksudkan. Sampai sekarang kami belum menerima pemberitahuan kalau Poltabes Solo akan memeriksa rumah pak Hashim," ujarnya.

Imron Rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Arca di Gedung Wayang Orang Bukan Koleksi Museum
Polisi Sita Arca Kuno di Gedung Wayang Orang Sriwedari
Polisi Terbitkan Surat Penangkapan Hugo Kreijger
Pencurian Arca Sudah Bertahun-tahun
Berkas Arca Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan
Poltabes Solo Panggil Warga Belanda sebagai Saksi Kasus Perdagangan Arca
Puluhan Koleksi Museum Radya Pustaka Raib
Kudus Diminta Buat Tempat Penyimpanan Benda Purbakala
BP3 Laporkan Pemalsuan Surat Keterangan Arca
Polisi Buru Hugo Kreijger
> selengkapnya...

Referensi

Bermodal Arca Palsu

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113805 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Semester Pertama 2008, Ekonomi Bertumbuh 6,2 Persen
PT. INKA Kebanjiran Pesanan Membuat Kereta
Mobil Pengambil BLT di Subang Terguling
Perda Peredaran Hasil Hutan Ditolak
Jawa Barat Lanjutkan Program Subsidi Kedelai

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data