|
Guru Tusuk Siswa Hingga Tewas
Selasa, 18 Desember 2007 | 17:46 WIB
TEMPO Interaktif, Sukabumi:Rian Herdiana, 13 tahun, siswa kelas 2 Sekolah Menengah Pertama Negeri I Bojonglopang, Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terkapar bersimbah darah setelah ditusuk Tuber Romson, gurunya sendiri, Selasa (18/12) pukul 09.00 WIB.
Rian meninggal di Rumah Sakit Umum Syamsudin SH Kota Sukabumi, sementara sang guru dalam kondisi koma karena dikerubuti massa. Tuber kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Penusukan terjadi di lapangan sekolah. Saat itu Rian dan siswa-siswa lainnya sedang mengikuti kegiatan olahraga. Sementara Tuber, guru pendidikan jasmani, berada di luar lapangan. Tiba-tiba guru tersebut datang dan langsung menusukkan pisau secara bertubi-tubi ke arah perut, dada, dan pinggang Rian. Saat itu juga korban ambruk dengan bersimbah darah.
Dadan Ramdan, saksi mata yang juga teman sekelas Rian, mengatakan kejadiannya begitu cepat. "Saat kita dikumpulkan untuk mengikuti perlombaan, Pak Tuber datang dan langsung mengeluarkan pisau dari balik kaos olahraganya," kata Dadan.
Rian kemudian dibawa ke Puskesmas Jampang Tengah untuk mendapatkan pertolongan. Karena luka-lukanya sangat parah, dia dirujuk ke RSU Syamsudin SH. Namun, sekitar pukul 12.30 WIB, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Tuber sempat diamankan pihak sekolah. Namun saat akan dibawa ke Polsek Jampang Tengah, warga menghujaninya dengan pukulan. Dengan kawalan ketat aparat, Tuber dibawa ke RS Sekarwangi. Saat ini pelaku dalam kondisi koma akibat luka-luka yang dialaminya.
Kepala SMPN I Bojonglopang, Beben Suryana, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu di sekolah sedang dilakukan persiapan class meeting di sebuah ruang kelas. "Tiba-tiba saja terjadi keributan di luar ruang kelas tersebut. Saat saya tengok, Rian sudah tergeletak dengan tubuh bersimbah darah," ujar Beben.
Sejauh ini tindakan Tuber masih menjadi tanda tanya. Para guru yang dimintai keterangan melihat Tuber tidak punya masalah berarti. Namun dia dikenal sebagai pribadi pendiam. Beben belum bisa menduga motif di balik tindakan brutal guru tersebut. Namun diakuinya, perangai Tuber memang berubah beberapa hari terakhir ini.
"Dia terlihat seperti orang depresi dan sering melamun. Tapi yang pastinya, saya belum tahu mengapa dia melakukan perbuatan itu," ungkap Beben.
Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Wakil Kepala Kepolisian Resor Sukabumi, Komisaris Harry Kurniawan, mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan perkara. Namun, kata dia, pelaku masih belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan.
Polisi juga melakukan pengamanan di lokasi rumah pelaku di Kampung Jelebud, Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah. Aparat Kepolisian Sektor Jampang Tengah serta Komando Rayon Militer Jampang Tengah dibantu Satuan Dalmas Polres Sukabumi dikerahkan karena sebelumnya warga melakukan perusakan terhadap rumah pelaku. Kaca dan genting rumah pelaku dilempari hingga pecah. Sementara keluarga pelaku, istri dan 3 anaknya, diamankan di Markas Polsek Jampang Tengah.
Nenti (45), ibu kandung Rian, yang berada di depan ruang ICU rumah sakit langsung histeris dan pingsan saat mengetahui Rian meninggal. Sementara Rohman (38), paman Rian, meminta kepolisian menghukum pelaku dengan hukuman setimpal. "Pokoknya harus diproses seadil-adilnya," kata dia.
DEDEN ABDUL AZIZ
INDEKS BERITA LAINNYA :
|