|
Korban Banjir di Ponorogo Berharap Bantuan
Kamis, 20 Desember 2007 | 15:13 WIB
TEMPO Interaktif, Ponorogo:Sejumlah korban banjir di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berharap pemerintah setempat memberikan bantuan atas
kerugian yang diderita akibat banjir yang melanda 13 desa beberapa hari lalu.
"Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemkab. Rumah saya yang terbuat dari kayu ambruk tergerus air," kata Katirah, korban banjir di Dusun Bantengan, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Kamis (20/12). Bahkan, harta bendanya juga hilang terseret arus air banjir.
Akibat banjir, kata nenek berusia 71 tahun ini, dia mengalami kerugian kurang lebih Rp 60 juta. Hingga saat ini ia masih mengungsi di rumah kerabatnya. Ia mengatakan saat banjir bandang terjadi ia tidak berada di rumahnya sehingga tidak sempat menyelamatkan harta benda miliknya.
Katirah menerangkan banjir yang melanda desanya pada musim hujan tahun ini adalah banjir yang terparah. "Biasanya daerah kami memang menjadi langganan banjir, namun tahun ini arus banjir sangat deras dan ketinggiannya mencapai 1,5 meter," ujarnya. Padahal tahun lalu banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Gendol hanya menggenangi pekarangan rumah tidak sampai masuk ke dalam rumah.
Menurut Sekretaris Camat Jetis, Supriadi, banjir yang terjadi di wilayahnya disebabkan kondisi Sungai Gendol yang amat dangkal. Ketika ada kiriman air hujan dari Kecamatan Soko, Pudak dan Pulung, maka air sungai dengan mudah meluap dan menggenangi rumah-rumah warga yang terletak sepanjang sungai.
Juru bicara Pemkab Ponorogo, Setyo Budiono, mengatakan pemberian ganti rugi akibat banjir masih dikoordinasikan terlebih dahulu. Menghadapi keluhan warga tentang dangkalnya Sungai Gendol, ia berjanji akan menyampaikan hal itu ke Bupati Ponorogo, Muhadi Suyono.
DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|