|
Mabuk, Praja IPDN Digelandang Warga
Jum'at, 21 Desember 2007 | 17:31 WIB
TEMPO Interaktif, Sumedang: Praja Tingkat II Institut Pemerintahan Dalam negeri (IPDN) Rian Kabo terpaksa berurusan dengan polisi karena mabuk dan membuat keributan di kamar sewaan kawannya. "Karena takut berurusan dengan polisi dia kabur lalu ditangkap warga dan diserahkan ke sini," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hotben Gultom di Jatiangor, Sumedang, Jumat (21/12).
Mahasiswa IPDN asal Papua itu ditangkap warga sekitar pukul 9.30 WIB. Dia berteriak-teriak di kamar rekannya di RT 03/RW10, Desa Cibeusi, Jatinangor. Warga yang terganggu dengan ulah praja itu lalu memanggil polisi.
Melihat kedatangan warga bersama petugas polisi, Rian langsung kabur. Warga mengejarnya dan menggelandang ke Polsek Jatinangor. Di sana dia menjalani pemeriksaan. Dua orang warga, yakni penjaga rumah kos-kosan dan tetangganya, juga ikut dimintai keterangannya oleh polisi.
Menurut Gultom, dari pemeriksaan itu terungkap bahwa Rian membikin gaduh gara-gara
kehilangan dompetnya. Malamnya, dia bersama tiga kawannya sesama Praja IPDN minum-minuman keras. Polisi menemukan beberapa botol bir dan vodka kosong. "Pagi-pagi setelah bangun dia kehilangan dompet, ternyata kawannya juga nggak ada di sana, lalu makin ribut dia," katanya.
Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap praja itu serta para saksi, papar Gultom,
belum ditemukan adanya pelanggaran pidana. Menurutnya, kemungkinan Rian akan
dilepaskan polisi dan dikembalikan pada pihak kampus IPDN. “Pidananya belum
terbukti, kemungkinan akan dikembalikan ke kampus,” katanya. (Ahmad Fikri)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|