|
Aktivis Perempuan Tasikmalaya Gelar Aksi Simpatik
Sabtu, 22 Desember 2007 | 11:52 WIB
TEMPO Interaktif, Tasikmalaya: Puluhan aktivis perempuan dari Kemuslimahan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pelajar Islam Indonesia (PII-Wati), Keputrian Ikatan Pelajar Muslim Idonesia (IPTM) dan Persaudaraan Muslimah, menggelar aksi simpatik dengan membagikan bunga dalam memperingati Hari Ibu yang jatuh hari ini. Di beberapa titik pusat keramaian Kota Tasikmlaya. Sabtu,(22/12).
Dalam aksi tersebut, selain membagikan bunga, para aktivis juga mengelar aksi teaterikal yang mengambarkan masih tingginya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Aksi teatrikal ini di gelar di Alun-alun Kota Tasikmalaya.
Dalam pernyataan sikapnya, Kordinator Aksi Ira Rahayu mengatakan, aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas tingginya kematian ibu dan bayi dan sekaligus wujud penghargan pada ibu.
Para aktivis yang tergabung dalam Aliasi Muslimah Tasikmalaya tersebut, mendesak Pemerintah Pusat dan Daerah menjamin ketersedian sarana informasi dan pelayan kesehatan repreduksi yang bermutu dan terjangkau serta pemerataan sumber daya manusia bidang kesehatan ke daerah-daerah yang angka kematian ibu dan bayinya masih tinggi.
"Angka kematian bayi dan ibu menurut data Badan Pusat Statistik Pusat, termasuk tertinggi di Asia Tenggara," ungkapnya seraya menegaskan, Kota Tasikmalaya pun penyumbang tertinggi selain Kota Cirebon untuk Jawa Barat.
"Di Tasikmalaya paling tidak menurut data Dinas Kesehatan mencapai 11 orang/ bulan. Ini angka yang paling tinggi, dibandingkan kota lainnya di Jawa
Barat,"ungkapnya. Saat ini hampir 307 per 100.000 kelahiran ibu dan bayi meninggal dunia.(Alwan Ridha R)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|