|
Warga Mentawai Bersiap Mengungsi
Sabtu, 22 Desember 2007 | 14:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kabar akan datangnya gempa yang dirawaml Profesor Jucelino Nobrega da Luz dari Brazil pada Sabtu ini membuat warga Mentawai, Sumatera Barat, panik. Mereka tadi tampak mulai bersiap mengungsi.
Di Sikabaluan, Pulau Siberut, ratusan warga telah
mempersiapkan tenda-tenda pengungsian di Bukit
Tamairang dengan membawa pakaian dan makanan serta
memindahkan surat-surat penting dari rumah mereka ke
tempat pengungsian. Orang tua berusia
lanjut, mulau tampak mendiami tenda-tenda pengungsian.
Bambang Sagurung, salah satu warga Sikabaluan,
mengatakan, saat ini seluruh warga di Sikabaluan
waspada dan siap lari ke pengungsian bila esok
benar-benar terjadi gempa seperti yang diramalkan.
Bahkan sebagian warga akan mulai tinggal di tempat
pengungsian malam nanti.
”Saat ini kami tengah mempersiapkan perayaan natal,
tetapi kami juga siap ke pengungsian untuk menghindari
tsunami jika gempa benar-benar terjadi,” kata Bambang.
Ia mengatakan, warga mendengar informasi dari radio
yang memberitakan ada ramalan gempa besar oleh
profesor brazil.
”Karena gempa datang tidak bisa diduga, makanya kita
harus menghindar dan waspada, mana tahu memang
terjadi,” katanya. Seminggu lalu keluarganya juga
sudah membawa persediaan bahan makanan di tenda
pengungsian milik keluarganya di Bukit Tamairang yang
berjarak 4 kilometer dari Sikabaluan.
Sementara itu, ribuan warga di Pulau Pagai, Mentawai
juga telah mempersiapkan tempat pengungsian. Supri
Lindra, warga desa Sikakap mengatakan sejak dua hari
lalu, warga telah memindahkan barang-barang peralatan
rumah tangga dan makanan ke bukit-bukit tempat
pengungsian. ”Kemungkinan warga mulai naik ke bukit malam nanti, karena untuk jaga-jaga bila benar-benar terjadi gempa,” katanya.
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi menghimbau agar
warga Sumatera Barat tidak mempercayai ramalan gempa.
”HP saya sejak dua minggu ini sudah penuh dengan sms
warga yang menanyakan kebenaran isu ramalan gempa itu,
jadi saya himbau jangan percaya dengan isu, karena
gempa tidak bisa diramal kapan datangnya,” kata
Gamawan. Febrianti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|