|
Jemaah Haji Jawa Timur Tidak Bawa Pulang Air Zam-zam
Rabu, 26 Desember 2007 | 11:13 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Kelompok terbang (kloter) I jemaah haji dari embarkasi Juanda Surabaya hari ini tiba di tanah air. Kloter ini berjumlah 448 jemaah, 439 adalah jemaah dari Kabupaten Sumenep Madura, 3 dari Surabaya, seorang asal Jember, ditambah 5 petugas haji.
Mereka tiba di Bandara Juanda Surabaya tepat pukul 05.43 atau hanya molor beberapa menit dari rencana semula pada pukul 05.25. Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Sekretaris Daerah Jawa Timur Soekarwo, Kepala Kanwil Depag Jatim Roziqi, Ketua MUI Jatim Abu Somad Bukhori, serta Bupati Sumenep Ramdan Siroj, tampak menerima langsung kehadiran mereka.
Pada musim haji tahun ini embarkasi Juanda setidaknya memberangkatkan 89 kloter terdiri dari 34 ribu lebih jemaah. Dari jumlah ini, sebanyak 38 orang meninggal saat menjalankan ibadah haji, baik di Mekkah maupun di Madinah.
Menurut Roziqi, untuk kloter pertama, ada seorang jemaah dari Sumenep yang meninggal, yaitu Moh Saleh Aldi bin Moh Adnan (57 tahun), asal Jalan Teuku Umar Rt1/Rw3, Sumenep. Saleh meninggal di Mekkah pada 11 Desember lalu lantaran gangguan sistem pernafasan.
Sementara itu, seluruh jemaah haji dari Jawa Timur diperkirakan tidak akan mendapatkan air zam-zam. "Saya belum tahu alasannya, tapi seluruh jamaah asal embarkasi Juanda memang tidak akan diberi air zam-zam," ujar Nawawi, Humas Panitia Pelaksana Ibadah Haji Jawa Timur.
Padahal, lanjut Nawawi, kebijakan bagi jemaah haji biasanya diberikan air suci dari Arab tersebut sebanyak 5 liter per jemaah. Namun karena alasan yang hingga kini belum jelas, Saudia Arabian Airlines (SAA), tahun ini tidak memberikan jatah air zam-zam bagi jemaah haji Jawa Timur. "Kita akan layangkan surat. Mungkin kita juga akan protes," imbuh Nawawi.
Ketiadaan air zam-zam ini membuat beberapa jemaah kecewa. "Selain doa, zam-zam merupakan oleh-oleh yang ditunggu keluarga dan tetangga," ungkap Zainul arifin, jemaah asal Sumenep.
Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|