|
Provinsi Tak Akan Intervensi Sengketa Pilkada Bojonegoro
Rabu, 26 Desember 2007 | 11:44 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan mengintervensi penyelesaian sengketa Pilkada Kabupaten Bojonegoro. Gubenur Jawa Timur, Imam Utomo, mengatakan penyelesaian Pilkada Bojonegoro harus bisa dituntaskan oleh KPUD sendiri.
"Kami serahkan sepenuhnya pada KPU. Kita tidak akan intervensi," ujar Imam, sesaat setelah menerima kedatangan rombongan ibadah Haji Kelompok Terbang 1, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, hari ini.
Pilkada di Bojonegoro hingga saat ini masih menuai masalah setelah dua dari tiga pasangan calon mengajukan protes terkait dugaan tidak sahnya Setyo Hartono sebagai calon wakil bupati dalam pilkada yang telah diselenggarakan 10 Desember lalu. Protes tersebut terkait dugaan tidak sahnya surat pengunduran diri Letkol (inf) Setyo Hartono dari status militernya. Sementara, KPUD setempat dalam penghitungan akhirnya telah menetapkan pasangan Suyoto-Setyo Hartono sebagai pemenang pilkada tersebut.
"Pilkada di mana pun tidak akan kita intervensi, seperti pilkada di Batu kemarin, saya silakan KPUD yang menangani. Tugas saya hanya melanjutkan ke Mendagri jika proses di KPUD selesai," tambah Imam. Karennya, Pemerintah Provinsi tidak akan mengambil kebijakan apa pun terkait permasalahan pilkada di Bojonegoro tersebut.
Imam berharap penyelesaian masalah itu bisa segera diselesaikan di tingkatan daerah setempat, sehingga proses pelayanan masyarakat di daerah tersebut tidak terlalu lama terganggu.
Sementara itu, terkait pilkada Jawa Timur yang rencannya akan digelar pada pertengahan 2008 depan, Imam juga mengharapkan anggaran pilkada segera diputuskan sehingga peraturan gubernur terkait masalah tersebut juga bisa segera diterbitkan.
Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|