Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Eks Karesidenan Madiun Dilanda Banjir
Rabu, 26 Desember 2007 | 17:17 WIB

TEMPO Interaktif, Madiun:Bencana banjir melanda Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Ngawi karena hujan deras menggguyur wilayah itu sejak Selasa sore. Ribuan rumah, fasilitas umum dan jalan umum terendam banjir hingga ketinggian dua meter.

Di Kota Madiun, banjir terjadi di Kecamatan Mangunharjo, Kartoharjo dan Taman. Banjir terparah di perumahan Rejomulyo dengan ketinggian air 1,5 meter memasuki rumah warga. Kini warga sudah mulai mengungsi karena ketinggian air semakin naik.

Selain itu, akses jalan utama menuju Stasiun Kota Madiun dan Terminal Kota Madiun terputus akibat genangan air satu meter terjadi di Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Pahlawan Kota Madiun. Taman wisata Jurug yang terletak di sepanjang Bantaran Sungai Bengawan Solo hanyut terbawa aliran sungai. Ketinggian air di tempat ini mencapai empat meter.

Di Kabupaten Madiun banjir melanda puluhan desa di tujuh kecamatan, yaitu Balerejo, Wonoasri, Dolopo, Dagangan, Nglames, Sawahan dan Pilangkenceng. Dua rumah milik Mardi'i di Dukuh Petung, Desa Padas dan rumah milik Sutrisno di Mendak, Dagangan hanyut terbawa air. Ratusan hektare tanaman cengkeh siap panen di wilayah itu juga rusak. Selain itu ratusan hektare tanaman padi berusia satu bulan di Sawahan, Dolopo dan Nglames rusak terendam air.

Banjir mengakibatkan jalur transportasi antarkota dan antarprovinsi juga terputus. Jalur Madiun menuju Ponorogo putus akibat terjadi genangan air hingga setengah meter di Jalan Raya Geger dan Jalan Raya Dolopo. Sedangkan jembatan sepanjang 100 meter yang menghubungkan Ponorogo di Desa Kradenan Kecamatan Dolopo ambrol karena diterjang banjir. Empat tiang saluran telepon di Sawahan roboh diterjang banjir.

Di Kabupaten Magetan banjir melanda Kecamatan Takeran. Ratusan hektare tanaman pertanian wortel dan kubis terendam banjir. Sedangkan di Ponorogo akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo, Sungai Sekayu, banjir melanda 6 desa di Kecamatan Sukorejo. Di Desa Ngunjung ketinggian air telah mencapai kepala orang dewasa dan hingga saat ini warga masih melakukan proses evakuasi.

Banjir juga memutus jalur transportasi Ponorogo dan Pacitan. Di ruas jalan di Arjosari dan Tegalombo, Pacitan, genangan air akibat luapan air Sungai Girindalu mencapai satu meter. Akibatnya armada bus di jalur tersebut total tidak dapat beroperasi. Sebagian pengemudi memilih kembali, sementara untuk angkutan barang mengambil jalur alternatif Pacitan-Pracimantoro-Solo.

Di Kabupaten Ngawi banjir melanda Kecamatan Kwadungan, Mantingan, Paron, Ngawi, Pangkur dan Kedunggalar. "Banjir yang kali ini sangat besar, banyak warga yang terisolasi," kata Suwito, petugas Satuan Penanggulangan Bencana Alam Ngawi.

Sedangkan di jalur Ngawi-Solo, ketinggian air banjir di Desa Mantingan dan Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, mencapai satu meter. Agar tidak macet, Kepolisian Resort Ngawi mengalihkan jalur Ngawi-Solo melalui Sine. Sedangkan jalan raya Kwadungan dari Madiun menuju Ngawi juga tergenang hingga setengah meter.

Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VII Madiun, Eko Budiyanto, Rabu (26/12) mengatakan empat kereta tertahan di daerah Masaran Sragen karena rel kereta di wilayah itu tergenang air banjir hingga ketinggian setengah meter. Akibatnya penumpang kereta telantar di Stasiun Kota Madiun.

Kereta yang tertahan adalah Kereta Gajayana, Berantas, dari Tanah Abang, Jakarta, ke Kediri, Mutiara Selatan dari Bandung ke Surabaya dan Kereta Turangga dari Bandung ke Surabaya.

DINI MAWUNTYAS

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menyerap Banjir Bantuan Dunia | 10 Januari 2005
Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa | 03 Januari 2005
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Terbenamnya Sebuah Kampung Wisata | 10 November 2003
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Batak Anti-Sadap  | 09 Pebruari 2004
Melengserkan Sang Raja Rimba  | 17 Pebruari 2003
Banjir di Pantai Utara  | 10 Pebruari 2003
Banjir di Mana-mana, Oi!  | 03 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kota Taliwang Lumpuh Akibat Banjir
Empat Orang Tewas Akibat Longsor di Ngawi
Lima Kecamatan di Jember Terendam Banjir
Longsor Tawangmangu, Baru 3 Korban Ditemukan
Tiga Kecamatan di Trenggalek Terendam Banjir
Satu Tewas dan Dua Hilang Akibat Banjir di Padang
Banjir Putuskan Jalur Solo-Pacitan
Empat Daerah di Gorontalo Dilanda Banjir
Bayi Korban Banjir Meninggal di Pengungsian
Gorontalo Kewalahan Tangani Banjir
> selengkapnya...

Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114133 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data