Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Longsor di Karanganyar, 58 Orang Tewas
Rabu, 26 Desember 2007 | 19:06 WIB

TEMPO Interaktif, Karanganyar:Sebanyak 58 orang tewas tertimbun tanah longsor di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (26/12). Bencana tanah longsor terjadi di tujuh titik di seputaran lereng Gunung Lawu. Hujan deras semalam penuh diperkirakan menjadi penyebab utama longsornya perbukitan di sekitar rumah warga.

Bupati Karanganyar Rina Iriani mengatakan tanah longsor terjadi di Kecamatan Tawangmangu, Metesih, Jumapolo, Jenawi, Kerja, Ngargoyoso dan Jatiyoso. Korban terbesar terjadi di Tawangmangu, tepatnya Dusun Mogol Ledoksari, sebuah perkampungan penduduk yang hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari obyek wisata Grojogan Sewu.

Di Dusun Mogol Ledoksari, sebanyak 12 keluarga terkubur hidup-hidup. 36 orang dinyatakan tewas, namun baru 5 jenazah yang sudah berhasil dievakuasi dan diindentifikasi. Sulitnya medan menuju lokasi bencana membuat tidak ada satu pun alat berat yang bisa masuk. "Terpaksa evakuasi dilakukan secara manual," kata Kapolwil Surakarta, Komisaris Besar Yotje Mende.

Ratusan aparat TNI dan Polri bersama masyarakat, termasuk relawan partai politik dan ormas, bahu-membahu menggali timbunan tanah yang tingginya mencapai dua kali ketinggian rumah. Mereka hanya menggunakan alat seadanya. Evakuasi baru menemukan hasil sekitar pukul 11.00 WIB. Dua orang korban, anak dan ibu yang berpelukan ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.

Salah seorang warga Mogol Ledoksari, Joyosentono (54), mengatakan ada dua kali longsoran yang terjadi di dusun mereka. Longsoran pertama sekitar pukul 02.00 WIB menyebabkan sekitar lima rumah warga terkena longsoran. "Tanahnya menutupi jalan desa sampai selutut. Warga kemudian kerja bakti membersihkannya malam itu juga," katanya.

Longsoran kedua terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu sebagian warga masih berkumpul di rumah Wardi, yang membuatkan minuman. Pada saat itulah, bukit setinggi kurang lebih 50-an meter ambrol dengan disertai suara gemuruh. "Di rumah Wardi paling banyak korbannya, ada 15 orang, berasal dari tiga keluarga," kata Joyosentono.

Bukit yang longsor itu terlihat gundul, hanya ada beberapa pohon cemara. Menurut Kepala Kesatuan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakata (Kesbanglinmas) Karanganyar, Suharno, bencana longsor tersebut merupakan bencana terburuk di wilayah Kabupaten Karanganyar. "Ada tujuh titik longsor, belum termasuk longsor di jalan menuju Tawangmangu di desa Plumbon, yang membuat Tawangmangu terputus," kata dia.

Suharno mengatakan selain di Ledoksari, tanah longsor juga terjadi di Jumapolo yang mengakibatkan delapan orang meninggal, lalu di Kecamatan Jenawi tiga tewas, di Kecamatan Kerjo sebanyak 5 orang juga tewas. Di Matesih 3 orang meninggal, di Jatiyoso dan Ngagoyoso masing-masing satu tewas.

Imron Rosyid

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menangkal Kasak-kusuk Bencana | 11 April 2005
Senjakala Bukit Matahari | 11 April 2005
Amblas Setelah Berguncang | 11 April 2005
Pemerintah Daerah Tidak Siap | 11 April 2005
Mencari Suara dari Dunia Sunyi | 11 April 2005
Mengintip Energi di Barat Toba | 11 April 2005
Kecemasan Tak Berujung | 11 April 2005
Suatu Malam Jauh di Selatan | 04 April 2005
Pulau-Pulau Seribu Gempa | 04 April 2005
Menimbang Kebutuhan Relawan Asing | 04 April 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Karanganyar Diminta Waspadai Longsor Susulan
Sepasang Kekasih Tewas Tertimbun Longsor
Dua Gempa Goyang Papua dan Sumatera
Gempa kembali Guncang Manado
Pulau Batek Dikabarkan Retak Akibat Gempa
Gempa Getarkan Bali
Gempa Terasa Getarkan Bali
Gempa 6,0 SR Kembali Guncang Ternate
Pemerintah Berdayakan Nelayan Korban Gempa dan Tsunami
Gempa 6,2 SR di Sumatera Utara
> selengkapnya...

Referensi

Gempa Selama 2005
Lindu Bengkulu
Perincian Korban Gempa Sumatera Barat
Mengapa Bantul
57 DETIK MEMATIKAN

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114155 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data