|
Bupati Trenggalek Ingatkan Bahaya Banjir Susulan
Kamis, 27 Desember 2007 | 12:16 WIB
TEMPO Interaktif, Trenggalek:Musibah banjir yang menenggelamkan ratusan rumah dan longsor yang merusakkan puluhan rumah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, membuat pemerintah daerah setempat meningkatkan kewaspadaan.
Meskipun air sudah mulai surut, namun diperkirakan banjir susulan bisa datang sewaktu-waktu. "Kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan munculnya banjir susulan. Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Tim SAR akan tetap bertahan di lokasi bencana banjir dan tanah longsor,” kata Soeharto, Bupati Trenggalek, Kamis (27/12).
Menurut Bupati, sejak banjir mulai melanda Rabu (26/12) pagi, target utama pemerintah adalah menyelamatkan warga dari ancaman korban jiwa. Untuk itu semua korban banjir sudah dievakuasi di tempat yang aman dan persediaan logistik bagi korban sudah dicukupi, termasuk mendirikan dapur umum.
"Semua pegawai Pemkab Trenggalek wajib turut serta dalam upaya membantu korban bencana banjir dan tanah longsor. Divisi perahu karet dan alat berat bertugas sejak kemarin untuk mengevakuasi warga," kata Bupati Soeharto.
Berdasarkan data tim Satlak, musibah tanah longsor terjadi di lima desa, yaitu Desa Pule, Sidomulyo, Joho dan Puyung di Kecamatan Pule, serta satu desa di Kecamatan Bendungan, yaitu Desa Srabah. Di wilayah tanah longsor itu, tercatat 13 rumah mengalami rusak akibat tertimbun tanah longsor.
Sementara terjangan banjir membuat ratusan rumah di lima kecamatan terendam air. Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Kota, Pogalan, Tugu, Bendungan dan Pule.
"Saat ini air sudah mulai surut. Kami masih menghitung kerugian yang diderita masyarakat. Kami mohon warga tetap waspada dan melakukan kontak dengan petugas jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan,” kata Bupati Soeharto.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|