|
Dua Korban Jembatan Ambrol Ditemukan Selamat
Kamis, 27 Desember 2007 | 12:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Kebonsari, Ajun Komisaris Polisi Sunardi mengatakan telah menemukan 2 korban selamat dari 50 korban jembatan ambrol yang tersapu banjir di Dukuh Jati, Desa Rejosari, Kabupaten Madiun Jawa Timur.
"Keduanya ditemukan oleh warga setempat masih selamat tadi malam dipinggir bantaran sungai Nguntoronadi, Magetan," katanya pada Tempo di Madiun, Kamis
(27/12). Ia mengakui pencarian korban sulit dilakukan karena derasnya luapan air banjir dari Sungai Bengawan Solo.
Hingga saat ini kata dia sebanyak 30 petugas Polsek Kebonsari dikerahkan untuk mencari dipinggiran sungai. "Korban akan mudah ditemukan saat air banjir telah surut," ujarnya. Korban diperkirakan bisa ditemukan di bantaran
sungai Bengawan Solo wilayah Madiun, Ngawi, Bojonegoro atau Tuban.
Pihaknya lanjut dia masih meyelidiki penyebab ambrolnya jembatan. Dugaan sementara jembatan ambrol disebabkan karena rapuhnya pondasi jembatan yang tergerus air banjir.
"Saat sampah dan bambu yang terbawa air banjir menyangkut dipondasi jembatan, maka jembatan ambrol," ujarnya. Jembatan ambrol, kata dia juga diduga karena kelebihan muatan.
Sebagaimana diketahui menurut keterangan para saksi, sedikitnya ada 10 sepeda motor dan satu mobil Isuzu Panther yang terseret banjir saat melintasi jembatan. Selain itu, sebanyak 50 orang yang sedang menonton
banjir di atas jembatan terseret derasnya arus banjir.
"Ada yang sedang duduk- duduk dipinggir jembatan, ada yang mengambil kayu bahkan ada yang sedang mendokumentasikan banjir dari atas jembatan," ungkap
korban selamat, Sulam pada Tempo.
Kepala Desa Rejosari, Zaenal Arifin mengakui apabila jembatan sepanjang 200 meter itu seringkali digunakan warga untuk menonton banjir. "Jembatan itu sudah cukup tua bahkan konstruksinya buatan Belanda,"ujarnya. Menurutnya jembatan itu sebelumnya dipasang di Kartoharjo Kota Madiun kemudian dipindah didesanya pada 1980-an. DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|