|
Penderita Demam Berdarah di Yogyakarta Meningkat
Kamis, 27 Desember 2007 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta meningkat dalam satu bulan terakhir ini. Peningkatan itu diperkirakan akan terus terjadi hingga Februari mendatang.
Selama Desember ini tercatat 50 penderita DBD dirawat di RS Sarjito. Bulan-bulan sebelumnya, jumlah penderita DBD yang dirawat di rumah sakit itu rata-rata 15 orang.
"Meningkatnya penderita DBD sebenarnya sudah kami perkirakan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Puncaknya diperkirakan Februari mendatang," kata Ketua Tim Penanggulangan DBD Yogyakarta, Prof Dr Sutaryo, di Gedung Purna Budaya Yogyakarta, Kamis (27/12).
Hingga saat ini, dari sekitar 50 penderita DBD yang dirawat di RS Sarjito, tidak ada yang meninggal dunia. Menurut Sutaryo, masyarakat Yogyakarta makin pintar menghadapi DBD. Indikasinya, pasien dibawa ke rumah sakit saat kondisinya belum parah.
Sebagai Ketua Tim Penanggulangan DBD, Sutaryo mengimbau warga Yogyakarta agar tetap menjaga kebersihan lingkungan, mengingat puncak serangan DBD masih belum terlewati. Masyarakat juga diminta cepat tanggap jika ada yang menderita demam. "Pada hari keempat demam sudah harus periksa darah untuk memastikan apakah terkena DBD atau tidak," tegasnya.
Kenaikan jumlah penderita DBD juga terjadi di Kota Yogyakarta. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Chairul Anwar, selama Desember ini tercatat 30 penderita DBD, meningkat tajam dibanding bulan sebelumnya yang hanya 10 penderita.
Untuk mengantisipasi jumlah penderita DBD semakin banyak, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta kini menerjunkan 250 petugas pemantau jentik ke tengah masyarakat. Dinas Kesehatan juga akan melakukan gerakan pembersihan kamar mandi di lingkungan sekolah se-Kota Yogyakarta. Pembersihan ini sangat penting sebelum datangnya musim libur sekolah.
Heru CN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|