Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nelayan Situbondo Hindari Melaut
Kamis, 27 Desember 2007 | 17:32 WIB

TEMPO Interaktif, Situbondo:Para nelayan di pesisir Situbondo sejak kemarin siang hingga kini masih takut melaut. Pasalnya, angin kencang disertai hujan deras dan ombak tinggi, masih kerap terjadi.

Informasi yang dihimpun Tempo menyebutkan, naiknya gelombang laut hingga 3 meter di perairan Laut Jawa menyebabkan air laut menggenangi kawasan pemukiman penduduk dan merusak beberapa rumah dan warung, serta memaksa para nelayan untuk berhenti mencari ikan seperti biasa.

Selain berhenti melaut, para nelayan dan warga di pesisir pantai Besuki, Mlandingan, Pasir Putih, Bungatan, Panarukan dan pantai Kalbut juga mengaku khawatir air laut akan terus meninggi dan menghantam rumah-rumah mereka.

"Memang sejak tadi malam sampai hari ini gelombang di Laut Situbondo terus tinggi. Sejak pukul 23.00 tadi malam sampai siang ini cuaca masih mendung, hujan dan angin, terpaksa prei (libur) dulu, tidak mencari ikan," tutur Ahmad Fauzi (38), salah seorang nelayan pesisir Desa Demung, Kecamatan Besuki.

Rasa takut dan was-was juga dirasakan para nelayan di kawasan pesisir pantai Panarukan. Mereka mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan cuaca yang tidak menentu itu. "Kemarin siang ada 4 perahu yang hampir tidak bisa pulang karena diterjang angin kencang dan hujan deras di tengah laut. Mereka terseret ombak sampai di wilayah Asembagus (sekitar 45 kilometer arah timur Panarukan)," tutur Tohari (40), salah seorang nelayan Panarukan-Situbondo.

Pihak Stasiun Pengamatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang berkantor di Kabupaten Banyuwangi telah mengumumkan peringatan kepada warga di sepanjang pesisir Situbondo, Banyuwangi hingga Jember agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

Mahbub Djunaidy

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kini Muncul Apollo | 29 Oktober 1977
Aman Dari Pukat Harimau | 12 Agustus 1978
Kutip Sana Kutip Sini: Fitnah | 04 Desember 1976
Contoh Kecil Untuk Nelayan | 23 Oktober 1976
Beralih Ke Nelayan Lagi | 10 Juli 1976
Lemuru, Di Mana Kamu? | 16 Agustus 1986


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nelayan Pantura Diimbau Tidak Melaut
Belasan Rumah di Wonogiri Disapu Angin Ribut
Australia Tangkap Lima Kapal Nelayan RI
Angin Kencang Akan Terus Melanda Jakarta
Nelayan Pandeglang Tuntut Kesejahteraan
Nelayan Jember Terancam Bangkrut
Nelayan Tuban Diminta Tidak Melaut
Nelayan Tulungagung Urung Melaut
Korban Gelombang Laut Jember Bertambah
Gelombang di Laut Selatan Jember, 1 Nelayan Hilang
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114244 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data