Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

14 Kecamatan di Bojonegoro Terendam Banjir
Kamis, 27 Desember 2007 | 17:52 WIB

TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Empat belas kecamatan di Kabupaten Bojonegoro terendam banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Tinggi genangan rata-rata 1,5 meter hingga 2 meter.

"Jika kiriman air dari arah barat masih terus terjadi dan ditambah hujan turun di Bojonegoro, ketinggian genangan bisa terus bertambah," kata juru bicara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Joni Nurharyanto, ketika dihubungi Tempo, Kamis sore (27/12).

Kecamatan-kecamatan yang sudah tergenang sejak kemarin adalah Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Kasiman, Purwosari, Malo, Kalitidu, Trucuk, Kapas, sebagian Kecamatan Balen, Kamor, Baureno. "Di beberapa wilayah, seperti di Desa Perangi dan Teban, rumah penduduk tinggal atapnya yang kelihatan," kata Joni.

Kondisi Kota Bojonegoro sudah masuk kategori Siaga II, karena ketinggian air di Pail Skala, papan pengukur ketinggian air di Dam Bojonegoro sudah menunjuk pada angka 14,94 meter. Sementara itu, pada papan pengukur di bendungan Karang Nongko di perbatasan Kabupaten Ngawi dan Kecamatan Margomulyo, sudah menunjuk pada angka 31,25 meter pada jam 14.00 siang tadi. Padahal, angka normal 26,00 meter.

Kota Bojonegoro maupun seluruh wilayah di Kabupaten Bojonegoro bisa mengalami kondisi yang lebih parah jika sodetan di daerah Laren, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Lamongan, tidak dibuka untuk membuang air ke laut.

"Masalahnya, ketinggian permukaan air laut juga terus meningkat sehingga sodetan itu kemungkinan tidak bisa dibuka. Tapi informasi yang kami dapatkan sampai siang tadi, sodetan masih bisa dibuka," kata Joni. Kalau sodetan bisa difungsikan, genangan air paling lama hanya berlangsung dua hari.

Sebaliknya, jika sodetan tidak bisa difungsikan, genangan akan semakin tinggi. Seluruh wilayah Kota Bojonegoro tergenang, dan kondisi Kota Bojonegoro maupun seluruh Kabupaten Bojonegoro masuk status waspada.

Pemda Bojonegoro terus melakukan upaya evakuasi penduduk ke daerah yang lebih tinggi, di antaranya dengan menggunakan perahu karet yag dioperasikan pasukan Brimob Polres Bojonegoro. "Jumlah perahu karet masih perlu ditambah karena warga yang harus dievakuasi jumlahnya banyak," kata Joni.

Bupati Bojonegoro Moh. Santoso yang hari ini meninjau daerah Margumulyo dan Ngraho, menyerahkan bantuan 7,5 kuintal beras dan 90 dos mie instan. Wakil Bupati yang mengunjungi daerah Malo, Kalitidu, dan Padangan, menyerahkan bantuan 2,5 ton beras.

Jalil Hakim

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menyerap Banjir Bantuan Dunia | 10 Januari 2005
Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa | 03 Januari 2005
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Terbenamnya Sebuah Kampung Wisata | 10 November 2003
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Batak Anti-Sadap  | 09 Pebruari 2004
Melengserkan Sang Raja Rimba  | 17 Pebruari 2003
Banjir di Pantai Utara  | 10 Pebruari 2003
Banjir di Mana-mana, Oi!  | 03 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Evakuasi Korban Tanah Longsor Diperkirakan Sepekan
Banjir Masih Genangi Kota Solo dan Sukoharjo
Pemerintah Dinilai Belum Serius Tangani Bencana
Bupati Trenggalek Ingatkan Bahaya Banjir Susulan
Jumlah Korban Bencana Longsor Bertambah
Pencarian Korban Dihentikan Sementara
Lagi Nonton Banjir, Hanyut Terbawa Banjir
Ketinggian air Pasang di Muara Baru Menyusut
120 Rumah di Kota Malang Terendam Banjir
Satu Tewas Akibat Banjir di Kabupaten Malang
> selengkapnya...

Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114249 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data