Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

100 Pengrajin Meriahkan Pasar Seni Ancol
Kamis, 27 Desember 2007 | 22:10 WIB

TEMPO Interaktif, Yogayakarta: Sebanyak 100 pengrajin seni Gabusan akan memeriahkan Pasar Seni Ancol di Jakarta selama dua minggu mendatang. Mereka berangkat pada Kamis (27/12) untuk memamerkan seni kerajinan Gabusan dan kesenian tradisioanl lokal. Mereak mengangkat tema Semarak Bantul Bangkit 2008 untuk meningkatkan penghasilan pengrajin seni Gabusan.

"Ini kali pertama Pasar Seni Ancol memberi kesempatan gratis kepada pengrajin Bantul pascagempa," ujar Ika Putra, dosen Arsitektur Universitas Gadjah Mada yang menjadi mitra pengrajin. Ika Putra merupakan sosok yang menghubungkan pengrajin dengan pengelola Pasar Seni Ancol.

Menurut Ika Putra, pengrajin Gabusan sudah mendunia.
Pengrajin dari Gabusan satu-satunya yang memperoleh Seal of Exellence for Handicraft Award atau Kerajian Unggulan ASEAN dari UNESCO untuk kriteria keunikan, keaslian, kesempurnaan, inovasi, dan produk yang mudah dijual. Dalam even ini Indonesia memperoleh 9 penghargaan. "Untuk Yogyakarta, Gabusan satu-satunya yang memperoleh penghargaan," ujar Ika.

Selain memamerkan seni kerajinan, kelompok Pasar Seni Gabusan juga akan mengadakan pertunjukan jathilan dan gejoklesung yang menjadi kebanggan seni masyarakat Bantul.

Bupati Bantul Idham Samawi berharap kerjasama Pasar Seni Ancol dan Pengrajin Pasar Seni Gabusan, Bantul bisa berlangsung lama. "Dengan demikian para pengrajin yang kolaps sejak gempa bisa meningkat penghasilannya," kata Idham di kantornya pada Kamis (27/12). bernarda
rurit


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bekasi Agendakan Festival Odong-odong
Ratusan Seniman Reog Akan Datangi Kedutaan Malaysia
Mahasiswa Ponorogo Bakar Replika Bendera Malaysia
Kisah Cinta Dari Guantanamo
Enam Kesenian Tradisional Bojonegoro Terancam Punah
Bioskop Wijaya 21 Ditutup
Komunitas Kebudayaan Bekasi Dibentuk
Hakim Tolak Gugatan, Tisna Potong Tumpeng
Karya S. Prinka Punya Perspektif Khas
Kesenian Tradisional Kulon Progo Masih Digemari

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114270 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data