|
Delapan Ratusan Warga Magetan Belum Mengungsi
Jum'at, 28 Desember 2007 | 09:35 WIB
TEMPO Interaktif, Magetan:Sekitar 800 warga Magetan tetap bertahan di rumahnya walaupun ketinggian air telah mencapai 120 sentimeter. Warga desa Jajar dan Ngelang, Kartoharjo, Magetan, Jawa Timur mengabaikan instruksi perangkat desa supaya mengungsi. "Warga belum bersedia mengungsi," kata Kepala Desa Jajar, Zaenal Arifin, di Magetan, Jawa Timur, Jumat (28/12).
Hujan turun di daerah itu selama dua hari berturut-turut sejak Kamis (27/12) hingga Jumat (28/12) dini hari. Perangkat desa menginstruksikan warga segera mengungsi karena banjir diperkirakan lebih besar dibandingkan kejadian tahun sebelumnya.
Ia mengaku kesulitan meminta warga mengungsi karena warga beranggapan air akan surut. Padahal, kata Zaenal, petugas sulit mengevakuasi warga apabila ketinggian air terus naik karena sarana terbatas. "Jadi lebih baik mengungsi sekarang," kata dia.
Saat ini, kata Zaenal, perangkat desa telah menyiapkan bantuan beras dan mie instan. Pemerintah daerah belum mendirikan posko bencana dan dapur umum. Distribusi bahan makanab langsung diberikan kepada para korban banjir yang bertahan di rumah.
Hingga saat ini puluhan desa di Kecamatan Kartoharjo dan Takeran, Kabupaten Magetan masih terendam banjir. Di Ngawi banjir merendam ribuan rumah di tujuh kecamatan yaitu Mantingan, Kedunggalar, Palur, Paron, Ngawi, Karangsari dan Kwadungan. Di Madiun banjir melanda kecamatan Balerejo, Madiun, Wonoasri, Kebonsari, Dolopo dan Pilangkenceng.
DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|