|
Keluarga Tuntut Pencarian Korban Jembatan Ambrol Dilanjutkan
Jum'at, 28 Desember 2007 | 12:00 WIB
TEMPO Interaktif, Magetan:Sejumlah keluarga korban menuntut pencarian sedikitnya 50 korban tragedi jembatan ambrol yang tersapu banjir di Dukuh Jati, Desa Rejosari, Kabupaten Madiun Jawa Timur pada Rabu (26/12) terus dilanjutkan.
"Pemerintah terkesan tidak serius mencari korban yang terseret banjir," kata Sugiyem, warga Desa Petung Rejo, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan.
Ia mengatakan anaknya, Alif (12 tahun), hilang saat menonton banjir. "Ia pamit pergi bersama teman-temannya akan menonton banjir dari Jembatan Jati," ujarnya di Magetan, Jumat (28/12). Hingga saat ini ia beserta keluarga masih gelisah menanti kabar kejelasan nasib anak bungsunya itu.
Kesedihan juga menyelimuti keluarga Sugito, warga Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan. Menurut Sugito, anaknya Basuki juga terseret banjir saat jembatan itu ambrol. "Hingga saat ini kakak kandungnya Sunarti, yang menyaksikan kejadian itu masih menutup diri karena syok," ujarnya.
Sugito mengharapkan pemerintah mencari kejelasan nasib anaknya serta korban lain akibatnya jembatan ambrol. Menurutnya, pencarian seharusnya tidak hanya dilakukan dengan menyisiri jalan darat di sepanjang bantaran sungai wilayah itu.
Sebagaimana diketahui jembatan 200 meter yang ambrol itu membentang di atas Sungai Bengawan Solo, menghubungkan Kecamatan Kebonsari Madiun dengan Kecamatan Nguntoronadi Magetan. Separuh jembatan ambrol dan mengakibatkan sedikitnya 10 sepeda motor dan satu mobil Isuzu Panther yang sedang melintasi jembatan terseret banjir. Selain itu, sebanyak 50 orang yang sedang menonton banjir di atas jembatan juga terseret derasnya arus banjir.
Hingga saat ini dua korban dari 50 korban terseret banjir telah ditemukan selamat. Selain itu Kepolisian Sektor Nguntoronadi berhasil menemukan sebanyak tujuh sepeda motor yang ikut terseret dalam kejadian jembatan ambrol itu.
DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|