|
Korban Banjir Meninggal di Ngawi Bertambah Lima Orang
Jum'at, 28 Desember 2007 | 12:54 WIB
TEMPO Interaktif, Ngawi:Posko Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur melaporkan bertambah lima korban banjir tewas. Sehari sebelumnya tiga korban terlebih dulu dilaporkan meninggal. Para korban tewas diduga karena kedinginan dan kelaparan saat bertahan di kediamannya. ?Kelima korban telah dievakuasi,? kata Camat Geneng, Joko Santoso, di posko yang terletak di Ngawi, Jumat (28/12).
Joko mengatakan, korban kemungkinan kekurangan makanan. Saat ini para pegungsi membentuk posko darurat di kantor dinas pertanian, puskesmas Geneng, Balai Desa Tambakrejo, dan Sekolah Dasar Tambakrejo. Jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 20 ribu di Kecamatan Geneng. Dua puluh ribu di tujuh desa lain belum bisa dievakuasi karena keterbatasan sarana.
Hingga kini, petugas hanya memiliki 19 speedboat, yakni: tujuh dari bantuan PT Sampoerna Tbk, tiga dari PKS, tujuh dari AURI, tiga dari Angkatan Darat, dan warga dari menyewa untuk evakuasi .
Adapun pengungsi belum memperoleh bantuan obat, karena belum ada pengiriman. Stok obat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Suroto, Ngawi juga belum bisa diambil. Tinggi air di rumah sakit mencapai 3 meter.
Saat ini ketinggian air dipintu masuk kota Madiun di kecamatan Geneng mencapai semeter. Sehari sebelum air belum wilayah ini. Karena pagi tadi hujan turun deras. Kini cuaca masih mendung.
Jalur masuk kota Ngawi ditutup di kecamatan Geneng atau sepuluj kilometer dari Kota Ngawi. Kendaraan dari arah Madiun dan Surabaya menuju Solo dialihkan melalui kecamatan Sine yang jaraknya lebih jauh 100 kilometer dibanding jarak normal.
Dini Mamuntyas
INDEKS BERITA LAINNYA :
|