|
Penambang Pasir Diimbau Hentikan Aktivitas di Sekitar Merapi
Jum'at, 28 Desember 2007 | 13:29 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, mengimbau para penambang pasir di sekitar Kali Gendol dan Kali Woro menghentikan aktivitasnya. Banjir lahar dingin berpotensi memasuki Kali Gendol sekitar bulan Januari mendatang.
"Hentikan penambangan pasir pada saat puncak Merapi terjadi hujan," ujar Subandriyo ketika ditemui Tempo, Jumat (28/12). Imbauan ini disampaikan Subandriyo karena masyarakat sekitar kawasan itu sulit diperingatkan.
Dia memaklumi jika para penambang pasir mencari rezeki dari pasir yang justru panen pada menjelang musim hujan.
Namun, "kewaspadaan tetap harus di prioritaskan," ujarnya.
Menurut Subandriyo, saat ini ada 3 juta kubik endapan lahar yang berpotensi menjadi lahar dingin di Kali Gendol dan Kali Woro di kaki Gunung Merapi. Memang, endapan itu sudah berkurang separuh akibat endapan awan panas hasil erupsi pada 2006 lalu. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada, terutama untuk para penambang pasir.
Endapan lahar dingin akan menjadi banjir lahar dingin, kata dia, jika curah hujan di Puncak Merapi minimal 40 mm selama dua jam. "Sekarang belum sampai batas itu," kata dia.
Berdasarkan laporan BMG, katanya, curah hujan tertinggi di puncak Merapi akan terjadi pada bulan Januari-Februari mendatang.
Pihaknya telah memasang alat sensor hujan di pos-pos puncak Merapi. "Komunitas lereng Merapi akan memberitahukan kepada warga bila curah hujan puncak Merapi tinggi," ujar dia. Meski mengingatkan soal bahaya banjir lahar dingin ini, Subandriyo mengatakan banjir lahar tak akan sampai ke rumah-rumah warga.
Bernarda Rurit
INDEKS BERITA LAINNYA :
|