Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gubernur Jawa Barat Buka Festival Braga
Sabtu, 29 Desember 2007 | 21:07 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan membuka festival Braga ke-3 pada Sabtu (29/12) sore. Pembukaan festival yang berlangsung mulai hari ini hingga 31 Desember ini ditandai dengan arak-arakan drumband, sepeda ontel, dan sepeda motor.

Danny mengatakan, acara budaya dan pariwisata yang digelar tiap akhir tahun ini digelar untuk mengoptimalkan kapasitas Jalan Braga sebagai ikon pariwisata Kota Bandung. “Acara juga diharapkan dapat meningkatkan promosi dan kapasitas pariwisata Jawa Barat,” katanya saat memberikan sambutan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Ijuddin Budhyana, mengatakan Festival Braga kali ini dimeriahkan 24 stand pameran wisata kuliner, clothing (pakaian dan aksesoris produk distro), kerajinan, fotografi dan seni rupa serta pagelaran seni tari dan musik.

Adapun lokasinya meliputi penggalan jalan Braga antara Jalan Naripan dan Jalan Asia Afrika (pameran), Gedung YPK (pameran senirupa dan fotografi), dan Gedung Asia-African Convention Center (pagelaran seni musik).

“Puncak festival akan berlangsung pada malam tahun baru (Senin 31/12) dengan acara pemberian anugrah Budaya dan Pariwisata Jawa Barat untuk 16 penerima dan pagelaran musik,” kata Budhyana.

Menurut Budhayanan, festival kali ini juga digelar untuk mendukung program Visit West Java 2008 dan Visit Bandung 2008 (Tahun Kunjungan Wisata Jawa Barat dan Bandung 2008). “Kami menargetkan 700 ribu wisatawan asing dan 37,5 juta wisatawan domestik berkunjung ke Jawa Barat tahun depan,” ucapnya.

Sayang, acara pembukaan festival ini kurang berhasil menyedot pengunjung. Penyebabnya bukan cuma karena turunnya hujan, namun antara lain juga karena kurang atraktifnya acara ini.

Budhayana mengakui festival Braga ketiga ini memang tampak kurang atrakif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya, lanjut dia, selain karena terbatasnya dana juga karena persiapan festival agak mepet sehingga kurang promosi dan sosialisasi.

Erick Priberkah Hardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114436 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data