|
19 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Ngawi
Senin, 31 Desember 2007 | 11:55 WIB
TEMPO Interaktif, NGAWI:
Komandan Kodim 0805 Ngawi, Letnan Kolonel Infanteri Djunaidi mengatakan korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Ngawi Jawa Timur selama empat hari ini mencapai sebanyak 19 orang. Jumlah ini diperkirakan masih bertambah karena pencarian korban hilang akibat banjir dan pendataan masih terus dilakukan.
Sebanyak 15 orang diantaranya adalah korban akibat banjir dan 10 orang diantaranya adalah korban banjir asal Kwadungan yang ditemukan tewas saat bertahan dirumahnya ketika ketinggian air banjir mencapai 3 hingga 5 meter. Sisanya berasal dari Kecamatan Geneng, Pilangkenceng dan Ngawi.
Seorang korban misalnya adalah Rajikan (65 tahun) warga Desa Kersikan Kecamatan Geneng yang tewas terserang muntaber yang akut pada Minggu (30/12) malam karena terlalu lama bertahan diatap genting saat banjir terjadi. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Geneng namun akhirnya nyawanya tidak bisa diselamatkan karena kondisinya kritis.
Sedangkan 4 korban lainnya adalahnya korban yang tewas akibat bencana longsor yang terjadi di Sine beberapa hari lalu. "Air telah surut sehingga memudahkan mencari korban hilang akibat banjir yang melanda wilayah ini," kata Djunaidi, pada Tempo, Senin (31/12).
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soeroto Ngawi, Indro Wahyu mengatakan korban tewas sebagian besar karena mengidap muntaber, diare, dan paru-paru. "Kedinginan dan kurang makan yang terlalu lama adalah faktor penyebab kesehatan mereka menurun," ujarnya.
Hingga saat ini, kata dia, ratusan korban banjir mendatangi rumah sakit setempat karena mengeluhkan penyakit gatal-gatal, flu disertai demam, diare
dan muntaber. Pihaknya sendiri hingga saat ini masih membersihkan rumah sakit yang sebelumnya tergenang banjir.
DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|