|
Bantuan untuk Korban Banjir Bojonegoro Masih Tertahan
Senin, 31 Desember 2007 | 12:08 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:
Bantuan untuk korban banjir di Bojonegoro belum bisa masuk ke kawasan tersebut. Tertahannya bantuan disebabkan air yang mengepung kawasan kota Bojonegoro masih cukup tinggi.
Dengan tertahannya bantuan, Satkorlak maupun tim dari Basarnas hanya bisa menyuplai bantuan kepada korban banjir berupa mie instan. Padahal tidak tersediaanya bahan bakar dan air bersih membuat warga menginginkan makanan siap makan berupa roti atau sejenisnya.
"Bantuan dapur umum dari PMI Jatim dan Malang juga masih tertahan di luar kota," tutur Sukowidodo, Sekretaris PMI Cabang Bojonegoro, Senin (31/12). Akibatnya, suplai nasi bungkus untuk korban banjir sangat minim. Tiap hari PMI hanya mampu menyediakan sebanyak 4 ribu bungkus nasi per hari, padahal idealnya korban banjir disediakan minimal 20 ribu nasi bungkus per hari.
Sementara itu, Tim dari Badan SAR Nasional, hingga saat ini terus mendistribusikan bantuan bagi para korban banjir yang berada di 14 kecamatan diluar Kecamatan Kota Bojonegoro, dengan menggunakan jalur udara. Tiga heli masing-masing dua milik Basarnas dan 1 bantuan dari TNI AL, terus mendistribusikan mie tersebut dengan cara dilemparkan dari udara.
Hingga saat ini sebanyak 3.000 kardus mie instan setidaknya telah didistribusikan. "Rencannya akan kami lemparkan 5.000 kardus," kata Hernanto, Kepala Seksi Operasi Basarnas Jatim.
Rohman Taufiq
[Edit for TI] - [Edit for Koran]
INDEKS BERITA LAINNYA :
|