|
80 Sekolah di Kudus Rusak Akibat Banjir
Kamis, 03 Januari 2008 | 11:11 WIB
TEMPO Interaktif, Kudus:Banjir yang menggenangi wilayah Kecamatan Undaan, Mejobo, Jekulo, Jati dan Kaliwungu di wilayah Kabupaten Kudus selama 10 hari ini menyebabkan 80 sekolah mengalami rusak, baik sarana maupun prasarananya.
Para murid hingga kini juga belum dapat masuk sekolah, karena tempat belajar mereka masih kebanjiran. Menurut Hadi Sucipto, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus, sekolah yang rusak itu terdiri dari 61 SD, 16 TK dan 2 SMP.
"Kerugiannya mencapai sekitar Rp 1,8 milir. Soal ini sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan Jawa Tengah," ujar Hadi Sucipto, Kamis (3/1). Adapun kerugian banjir seluruhnya diperkirakan Rp 500 miliar, sedangkan korban jiwa seorang, yaitu Abdul Azis (19 tahun), warga Desa Jati Wetan, Kudus.
Saat ini banjir di Kecamatan Undaan, Jekulo dan Mejobo mulai surut. Akses jalan raya Kudus-Grobogan sudah dapat dilalui kendaraan, tapi masih dikhususkan bagi kendaraan kepentingan pengungsi. Tinggi air di perkampungan 16 desa di Kecamatan Undaan berkisar 1-1,5 meter.
Tetapi, air kembali pasang di wilayah Kecamatan Jati dan Kaliwungu, dengan ketinggian air 1-1,5 meter, terutama di Desa Jetiskapuan dan Desa Tanjungkarang (Jati) dan Desa Setrokalangan, Desa Jetak dan Desa Garung Kidul (Kaliwungu).
Akibatnya, terminal bis yang terendam air 1,5 meter tidak dapat difungsikan dan jalan di sekitarnya tersendat dan banyak motor dan mobil mogok. Penyebab banjir akibat bobolnya sejumlah tanggul di Sungai Wulan dan Sungai Juwana yang tak mampu menampung debit air melebihi kapasitas tampung.
BANDELAN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|